Tingkatkan Peran Ibu dan Keluarga dalam Pengasuhan Anak, DP2KBP2PA Kendal Launching Kampung KB

KENDAL (Awall.id) – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) menggelar Penguatan Penyelenggaraan DASHAT dalam rangka Launching Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) serta Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) pada Eks Kawedanan Kota Kendal, Senin (11/9/2023).

Kegiatan memiliki fungsi sebagai Peningkatan Peran Ibu dan Keluarga dalam Pendidikan/Pengasuhan Anak, Penurunan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Penurunan Pekerja Anak, dan Pencegahan Perkawinan Anak.

Kepala DP2KBP2PA Albertus Hendri Setyawan menjelaskan, Launching Kampung KB di Kendal menjadi yang ke 152 desa dan untuk program DRPPA terbilang baru kali pertama dilakukan di Eks Kawedanan Kota Kendal.

“Setiap hari kita melaunching 152 desa/kelurahan kampung KB dan targetkan kita pada tahun ini sebanyak 202 desa/kelurahan dari pusat. Rencananya nanti akan kita lakukan di eks kawedanan Weleri. Sementara DRPPA sudah ada 35 yang kita launching dan nanti akan segera kita launching lagi 50 desa,” jelas Albertus.

Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki, meminta dengan adanya program nasional ini para pemangku wilayah Desa/Kelurahan juga sebaiknya bekerja dengan baik.

“Program Nasional ini sangat baik, mengingat saat ini era global tentu penguatan SDM sangat penting. Untuk stunting juga tetap menjadi perhatian target Kendal adalah Zero Stunting,” kata Wakil Bupati Kendal.

Penetapan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak terdapat 10 Indikator diantaranya adanya pengorganisasian perempuan dan anak di desa, tersedia data desa yang memuat data tentang perempuan dan anak.

Lanjut Wakil Bupati Kendal, adanya Peraturan Desa Tentang DRPPA, pembiayaan dari keuangan desa dan pendayagunaan asset desa untuk mewujudkan DRPPA melalui pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di desa.

“Persentase keterwakilan perempuan di pemerintah desa, Badan Permusyawarahan Desa, Lembaga kemasyarkatan desa, dan Lembaga adat desa, persentase perempuan wirausaha di desa utamanya perempuan kepala keluarga,”tandas Wakil Bupati.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *