Terlibat Tawuran dan Pembacokan, 4 Anggota Gangster Ditangkap

SEMARANG (Awall.id) – Satreskrim Polrestabes Semarang menangkap 4 orang pemuda yang mengaku anggota gangster karena terlibat tawuran dan pembacokan yang terjadi di Jalan Pengapon, Semarang Timur, Selasa (5/9/2023), sekira pukul 01.00 WIB lalu.

Empat pemuda tersebut yakni Kemal Febriansyah (19) Edo Adriano (19) Adrias Prastio (19) dan inisial MDR (17). Adapun korban atas aksi pembacokan mereka yakni seorang pemuda berinisial R (21).

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan selain empat orang itu masih ada dua tersangka lain yang saat ini berstatus dalam pencarian orang (DPO), yakni DP dan HK.

“Para pelaku ini mengaku dari Gangster Enjoy yang bergabung dengan Gangster Petelan untuk melawan Gangster Romusa di daerah Barito. Empat orang tertangkap, yang (dua orang) DPO Gangster Petelan,” ungkap AKBP Donny saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Jum’at (8/9/2023).

Terkait kronologi kejadian, sambungnya, Kejadian berawal dari kedatangan Gangster Romusa berjumlah sekitar 20 orang ke Taman Barito tempat Gangster Enjoy dan Gangster Petelan berkumpul. Pada moment ini lah terjadilah tawuran dengan hasil Gangster Romusa kalah dan melarikan diri.

Kelompok pelaku yang menang dalam tawuran itu kemudian berusaha mengejar kelompok yang kalah. Namun saat melintas di Jalan Pengapon, para pelaku mengaku dilempar botol oleh orang tak dikenal yang berada di tepi jalan.

“Para pelaku kemudian mengejar sejumlah orang yang di warung dikira merupakan bagian dari Gangster Romusa. Kemudian Korban yang berusaha kabur tertangkap, dianiaya dengan tangan kosong dan senjata tajam, celurit 28 centimeter. Sampai terluka di kaki kiri, tangan kanan, serta patah tulang di pergelangan tangan kanan dan dilarikan ke RS KRMT Wongsonegoro,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang tersangka, Kemal Febriansyah, mengaku dirinya lah yang membacok korban. Namun, ia mengaku tak sengaja mengarahkan senjata tajamnya ke bagian kaki kiri maupun tangan kanan.

“Enggak tahu kalau mengarah ke sana. Mabuk (kondisi waktu tawuran),” aku Kamal.

Kamal juga mengakui bila kegiatan dari Gangster Enjoy adalah mencari permasalahan dengan cara menantang Gengster lainya. Bahkan, kegiatan tawuran dengan Gangster lain ini telah dilakukan beberapa kali.

“Sebelum tawuran ini pernah juga di Taman Tegalsari. Cari musuhnya lewat Instagram, live. Menangnya kalau sana lari,” tutupnya yang sudah bergabung di Gangster Enjoy sejak SMP kelas 1.

Atas perbuatannya, keempat pemuda itu dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban luka dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *