Ditemukan Kerangka, Diduga Anak Korban Pembunuhan di Bawah Jembatan Tol Semarang – Bawen

SEMARANG (Awal.id) – Ditemukan kerangka anakdi area perkebunan di bawah jembatan Tol Semarang – Bawen KM 426, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Rabu (16/3).
Menanggapi hal tesebut, Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menjelaskan kerangka anak tersebut diduga merupakan anak dari jenazah perempuan yang ditemukan di Jembatan Tol Semarang-Bawen Km 425 pada Minggu lalu.
“Karena penemuan yang tidak jauh dari lokasi jenazah perempuan Minggu lalu, diduga kerangka tersebut adalah anak dari korban pembunuhan tersebut, dan ini masih kita selidiki lagi lebih lanjut,” ungkap Djuhandani dalam keterangannya.
Dia menuturkan kronologi penemuan jenazah tersebut, saat melakukan penyelidikan jenazah perempuan, korban memiliki dua anak. Anak pertama sudah ikut orang tua korban, sedangkan anak kedua belum diketahui keberadaannya.
“Memang terkait penemuan kerangka anak tersebut masih diduga anak kedua dari jenazah perempuan yang berusia 4 tahun. Yang menjadi pertanyaan kenapa kondisi anak dan ibunya berbeda bentuk, hal itulah yang akan kami selidiki lebih lanjut,” beber Djuhandani.
Djuhandani menandaskan saat ini jajaran anggota Subdit Jatanras dan Resmob Polda Jateng akan terus melakukan perburuan kepada diduga pelaku pembunuhan yang merenggut dua nyawa tersebut.
“Saya sudah perintahkan untuk terus melakukan perburuan kepada pelaku yang sudah diketahui identitasnya. Pelaku diduga merupakan pacar korban dan keduanya diketahui sudah bertunangan. Saya berjanji, sampai lubang semut pun akan tetap kami kejar pelakunya,” tegas Djuhandani
Sementara, Kabidokes Polda Jateng Kombes Summy Hastry Purwanti menambahkan bagian kerangka anak kecil yang ditemukan hanya ada tulang tengkorak, tulang pergelangan tangan, kaki, bahu, panggul.
“Hanya ditemukan kerangka-kerangka yang besar saja. Untuk tulang yang kecil-kecil karena dia masih di bawah 10 tahun terlihat sudah hancur. Setelah melakukan pemeriksaan pada struktur gigi dan tulang, adapun waktu kematiannya diperkirakan berusia 21 hari,” jelas Hastry. (is)



















