Kota dan Kabupaten di Jateng Digelontor Rp 1 Miliar untuk Pengembangan UMKM

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara simbolis menyerahkan bantuan untuk pengembangan UMKM kepada bupati dan wali kota, Rabu (16/3)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara simbolis menyerahkan bantuan untuk pengembangan UMKM kepada bupati dan wali kota, Rabu (16/3)

MAGELANG (Awal.id) – Upaya Gubernur Jawa Tengah menggenjot pertumbuhan ekonomi khususnya sektor UMKM terus dilakukan. Menggandeng Bank Jateng, Ganjar memberikan bantuan pada 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah untuk pengembangan UMKM masing-masing Rp1 miliar.

Bantuan itu secara simbolis diserahkan Ganjar saat peresmian kantor cabang Bank Jateng di Mungkid Magelang, Rabu (16/3). Dalam kesempatan itu, Ganjar memberikan bantuan kepada 6 daerah se Kedu, yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Wonosobo, Kebumen, Temanggung dan Purworejo.

Baca Juga:  Megah dan Indah, Junianto Tak Sabar Ingin Segera Rasakan Euforia Stadion Jatidiri

“Ini bentuk pembinaan kita. Kalau dari Bank Jateng, nanti seluruh kabupaten/kota akan mendapatkan Rp1 miliar untuk membina UMKM,” kata Ganjar.

Bantuan itu, lanjut dia, diharapkan bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah sekaligus mengembangkan sektor UMKM. Dengan begitu, maka masyarakat tidak hanya mencari pekerjaan, tapi menciptakan lapangan pekerjaan.

“Ini baru dari Bank Jateng, belum dari yang lainnya. Dulu kita sama Bank Indonesia pernah difasilitasi pameran di Jepang dan sekarang sudah repeat order produk-produk UMKM kita,” jelasnya.

Baca Juga:  Peduli Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Gelar Coastal Clean Up dan Penanaman 10.300 Tanaman Laut

Tak hanya bantuan dana, Ganjar juga mengajak seluruh bupati/wali kota menjadi offtaker produk-produk UMKM. Jika ada kegiatan, maka belanja bisa dilakukan pada pelaku usaha kecil di daerahnya masing-masing.

“Sudah ada aturannya, 40 persen dari APBD digunakan untuk pengembangan UMKM. Maka kalau ada acara, belilah di UMKM. Apakah makanan kecil, baju, sepatu, ATK dan lainnya,” ucapnya.

Untuk bisa melakukan itu, maka pendampingan pada pelaku UMKM harus dilakukan. Karena untuk bisa jualan menggunakan anggaran negara itu, harus masuk ke e-katalog.

Baca Juga:  Video Viral Polisi Jatuhkan Pengendara Motor, Kabid Humas Polda Jateng: Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan

“Provinsi Jateng sudah punya aplikasi Blankon, daerah mungkin bisa meniru dengan membuat aplikasi lain untuk mewadahi para pelaku UMKM jualan. Kita terus dampingi UMKM bisa maju,” katanya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *