Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri, Negara Dirugikan Rp 22,78 Triliun

JAKARTA (Awal.id) – Berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak 27 Mei yang dilaporkan kepada Kejaksaan Agung, kerugian negara akibat kasus korupsi di PT Asabri sebesar Rp 22,78 triliun.

“Ditemukan kecurangan pengelolaan dana investasi selama 2012-2019, berupa kesepakatan pengaturan penempatan dana investasi yang dilakukan dalam bentuk saham dan reksa dana, di mana saham dan reksa dana adalah investasi yang berisiko tinggi yang pada akhirnya tidak memberikan keuntungan untuk PT Asabri,” ujar Kepala BPK Agung Firman Sampurna pada keterangannya, di Jakarta, Senin (31/5).

Menurut Firman, BPK dalam proses penghitungan kerugian negara dalam kasus korupsi PT Asabri dibantu oleh Bursa Efek Indonesia.  “Perlu adanya perbaikan sistem untuk mengurangi tindakan kecurangan dalam pengelolaan keuangan,” imbuhnya.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan kejaksaan akan terus mendalami kasus ini. Dia tidak menampik kasus korupsi di PT Asabri akan terdapat tersangka baru apabila dalam penyelidikan nanti ada fakta dan bukti yang mengarah keterlibatan seseorang yang nyata-nyata telah merugikan keuangan negara.

“Untuk total aset sitaan kasus dugaan korupsi PT Asabri sementara ini sebesar Rp 13 triliun. Setelah keputusan pengadilan, kejaksaan mempunyai kewenangan untuk mengusut masalah ganti rugi keuangan negara,” ujarnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *