Polisi Tangkap Pria Edarkan Kosmetik Tanpa Ijin

SEMARANG (Awall.id) – Satresnakroba Polrestabes Semarang membekuk seorang pria yang menjual produk kosmetik ilegal.

Tersangka bernama Raka Krisdian P (23) ditangkap di rumahnya daerah Jalan Kenanga, Sambungharjo pada Selasa (15/9/2023), sekira pukul 14.30 WIB.

Kaplrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan kasus itu terkuak adanya informasi dari masyarakat bahwa terdapat aktivitas produksi kosmetik yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku di rumah tersangka.

Lebih lanjut ia menjelaskan mengetahui hal itu petugas melakukan pengecekan dan menemukan adanya aktivitas produksi serta mengedarkan sediaan farmasi jenis kosmetik yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di rumah kontrakan tersangka.

“Setelah dilakukan penggeledahan selain diamankan tersangka petugas juga menemukan barang bukti berupa alat dan bahan untuk memproduksi kosmetik,” ungkap Irwan saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (5/9/2023).

Lebih lanjut ia menuturkan petugas juga mengamankan beberapa buah kosmetik yang sudah jadi serta alat untuk mengedarkan secara online yaitu Laptop dan Handphone.

“Berdasarkan keterangan tersangka terdapar 6 buah kosmetik yang di produksi dan diedarkan. Adapun jeninya yakni antara lain 2 jenis lulur, krim pemutih, pemutin gigi, toner dan serum oilash,” tandas Irwan.

Disisi lain, tersangka Raka Krisdian P mengaku menjalankan bisnis ilegal ini sejak bulan maret 2023. Ia menyebut total omset mencapai Rp 5 juta per bulannya dengan keuntungan bersih Rp 1,5 juta per bulan.

“Dapat ide ini secara spontan ingin punya bisnis. Belajar dari youtube dan kemudian saya jual di Shopee. Total modal sekitar Rp 35 juta dan saya dapat dari pinjaman online,” katanya.

Saat mempraktekan cara membuat kosmetik ilegal itu, Ia juga menambahkan bahwa cara meracik kosmetik ini yakni dengan membeli bahan jadi kemudian di packing ke botol-botol kecil.

“Kalo yang cair saya beli bahan matang, sedangkan yang lulur, saya beli bahan dan saya campur sendiri menggunakan alat dari tong. Harga kisaran Rp 2 ribu – Rp 5 ribu,” tuturnya.

Tersangka disangkakan Pasal 435 atau Pasal 436 ayat 1 UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *