BNNP Jateng Tangkap 7 Anggota Sindikat Peredaran Narkoba, Dikendalikan Napi Kedungpane Semarang

BNNP Jateng memberi keterangan kepada pers soal penungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Jepara
BNNP Jateng memberi keterangan kepada pers soal penungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Jepara

JEPARA  (Awal.id) – Badan Narkotika Nasional (BNN)  Provinsi Jawa Tengah membekuk tujuh anggota sindikat peredaran narkotika jenis sabu-sabu.

Tujuh tersangka yang terdiri atas enam kurir dan seorang pengedar itu diduga kuat merupakan sindikat narkoba lintas daerah. Para tersangka ini dikendalikan oleh seorang narapidana penghuni Lapas Kelas I Kedungpane, Semarang.

Kepala BNNP Jateng,  Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 126,6 gram.

Menurut Benny, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba ini berawal dari penangkapan seorang kurie berinisial DS alias Bakso (26), warga Mulyoharjo, Jepara, Minggu (28/3/2). Saat ditangkap, petugas menemukan  barang bukti berupa 0,6 gram sabu di rumah DS.

“Dari hasil penangkapan DS ini, muncul nama MR (43) warga Tulakan yang diketahui sebagai pengedar. MR ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 26 gram,” kata Benny, Rabu (28/4).

Dari pengakuan para tersangka, lanjut Benny, petugas BNNP Jateng pada 21 April 2021, kembali menggagalkan pasokan sabu seberat 101 gram di jalur lingkar Ambarawa dengan tersangka berinisial AI dan MM. Sabu tersebut rencananya akan diedarkan ke Jepara.

Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, Benny menduga kuat peredaran sabu yang marak di Jepara diduga dikendalikan oleh narapidana di Lapas Kelas I Kedungpane Semarang.

“BNN bersama Lapas Kelas I Kedungpane Semarang berkomitmen akan memberantas jaringan narkoba ini sampai ke akar-akarnya,” katanya. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *