OJK Tegaskan Penipuan Semakin Canggih, Jaga Kerahasiaan Data Pribadi untuk Hindari Kerugian

JAKARTA (Awall.id) – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kerahasiaan dan keamanan data pribadi sepanjang tahun 2025.

Kepala Friderica memproyeksikan laporan terkait penipuan eksternal masih akan tinggi tahun ini, mengingat penggunaan teknologi yang semakin luas serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya melindungi data pribadi.

Baca Juga:  Deposit Situs Judi Turun 50%, Hasil Langkah Kemenkominfo Berantas Judi Online

“Konsumen dan masyarakat diharapkan memahami dan menerapkan langkah-langkah menjaga kerahasiaan serta keamanan data pribadi,” ujar Kepala Friderica, Kamis (16/1/25).

Ia juga menyoroti peningkatan modus penipuan dalam penawaran investasi, yang terus berkembang dengan variasi baru.

Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk selalu memeriksa legalitas dan validitas setiap penawaran, serta berpegang pada prinsip Legal dan Logis (2L). Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan OJK melalui nomor 157.

Baca Juga:  Gubernur Ganjar Ajak Komunitas Photocycling dan Pewarta Foto Ziarah ke Makam Soegiarin

“Jangan mudah tergiur dengan penawaran yang terdengar terlalu menarik. Pastikan terlebih dahulu apakah penawaran tersebut wajar atau tidak,” tambah Kepala Friderica.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, OJK akan memperkuat edukasi melalui berbagai saluran media dan bekerja sama dengan pemangku kepentingan dalam program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Selain itu, masyarakat diminta untuk membaca dengan cermat informasi dan klausul dalam perjanjian baku atau dokumen transaksi keuangan sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan.

Baca Juga:  Anies Baswedan Usul ke Pengusaha, Karyawan ke Kantor Naik Sepeda Dapat Insentif

Kepala Friderica menekankan pentingnya menggunakan hak untuk mendapatkan penjelasan sebelum membuat keputusan finansial.

“OJK terus berkomitmen memberikan edukasi dan perlindungan bagi masyarakat untuk mencegah potensi kerugian akibat penipuan atau penyalahgunaan data,” tutup Kepala Friderica.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *