230 Lulusan PUtech Siap Masuk Dunia Kerja dan Pembangunan Infrastruktur
SEMARANG (Awall.id) – Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) mengukuhkan 230 lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-5 Tahun 2026 di Kampus 2 PUtech, Sabtu (19/9).
Di tengah kebutuhan tenaga terampil untuk pembangunan infrastruktur, lulusan PUtech dituntut tak hanya menguasai teori, tetapi juga siap menghadapi standar kerja industri yang semakin dinamis.
Sebanyak 230 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai Ahli Madya Teknik. Mereka berasal dari tiga program studi, yakni 72 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Air, 82 lulusan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, serta 76 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung.
Menteri Pekerjaan Umum Ir. Dody Hanggodo, M.PE. yang hadir melepas para lulusan menegaskan, integritas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan profesi di sektor konstruksi.
Menurutnya, kualitas infrastruktur dan kepercayaan publik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga keberanian untuk bekerja secara jujur dan bertanggung jawab.
“Hari ini bukanlah akhir perjalanan Saudara, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Saya berpesan agar Saudara senantiasa memperkuat integritas, menjaga profesionalisme, memiliki semangat belajar sepanjang hayat, serta terus mengasah kemampuan adaptif dan kolaboratif,” ujar Dody.
Dody juga meminta lulusan tidak berhenti belajar setelah meninggalkan kampus. Perkembangan teknologi konstruksi, kata dia, menuntut tenaga profesional untuk terus memperbarui kompetensi.
Penguasaan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (IoT) dinilai semakin penting untuk mendukung efisiensi pekerjaan dan pengelolaan proyek konstruksi.
Selain kemampuan teknis, Dody menekankan pentingnya penerapan budaya keselamatan kerja atau safety first, kemampuan komunikasi, serta kolaborasi dalam tim.
Ia juga mendorong dunia industri memperkuat kemitraan dengan PUtech melalui penyediaan program magang berkualitas dan keterlibatan praktisi dalam proses pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Direktur PUtech Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengungkapkan sebagian lulusan bahkan telah memperoleh pekerjaan sebelum prosesi wisuda berlangsung.
Sebanyak 64 wisudawan tercatat telah bekerja atau diterima bekerja. Dari jumlah tersebut, 42 persen berada di bidang Sumber Daya Air (SDA), 17 persen di bidang Jalan dan Jembatan, serta 12 persen di bidang Bangunan Gedung.
Selain itu, 57 wisudawan lainnya masih menjalani proses seleksi di sejumlah kontraktor BUMN.
Brawijaya menargetkan lebih dari separuh lulusan dapat terserap dunia kerja pada minggu pertama setelah wisuda.
“Melangkahlah dengan percaya diri, tetaplah rendah hati, jaga integritas, dan jadikan ilmu serta keterampilan yang Saudara miliki sebagai bekal untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
Wakil Direktur II PUtech Iriandi Azwartika menambahkan, kesiapan lulusan memasuki dunia kerja menjadi salah satu perhatian utama kampus.
Menurutnya, tingkat lulusan yang telah terserap maupun sedang berada dalam proses menuju dunia kerja menunjukkan tren peningkatan.
Kesiapan tersebut tidak lepas dari pola pendidikan vokasi yang diterapkan PUtech. Pembelajaran dirancang dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Para mahasiswa juga mendapatkan pengalaman magang dan kerja praktik selama enam bulan yang melibatkan Kementerian PU, dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, serta mitra pendidikan.
Selain pengalaman lapangan, mahasiswa dibekali sertifikasi kompetensi pada jenjang konstruksi sebagai bagian dari persiapan memasuki pasar kerja.
Wisuda ke-5 ini sekaligus menandai perjalanan lima angkatan PUtech dalam menyiapkan tenaga terampil di bidang konstruksi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Bagi 230 lulusan yang dikukuhkan, prosesi wisuda bukan sekadar penutup masa pendidikan. Mereka kini dihadapkan pada tuntutan dunia kerja yang membutuhkan tenaga konstruksi dengan kemampuan teknis, adaptasi teknologi, disiplin keselamatan, serta integritas profesional.
PUtech berharap para lulusan mampu membawa kompetensi yang diperoleh selama pendidikan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional dan terus mengembangkan kemampuan sepanjang perjalanan karier mereka.
Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-5 PUtech turut dihadiri Sekretaris Jenderal PU, Kepala BPSDM PU, Inspektur Jenderal PU, perwakilan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Bina Marga, jajaran Senat PUtech, mitra dunia usaha dan industri, serta keluarga wisudawan.***




















