Musim Kemarau, Pemkot Semarang Ajak Masyarakat Tidak Bakar Sampah dan Ilalang

SEMARANG (Awall.id) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menghimbau masyarakat luas untuk tidak melakukan pembakaran sampah, ilalang, maupun rumput kering.

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran yang dalam beberapa waktu terakhir marak terjadi pada musim kemarau tahun ini. Dalam dua hari terakhir tercatat ada 7 laporan kasus kebakaran yang diterima Damkar Kota Semarang.

“ Kemarin (Selasa, 5/9) ada 5 kasus kebakaran, 4 kasus di antaranya kebakaran ilalang dan rumput kering serta 1 kasus kebakaran kandang ayam. Hari ini (Rabu, 6/9) tadi ada 2 kasus kebakaran yang dilaporkan kebakaran ilalang dan kandang ayam juga, di wilayah Gunung Pati,” terang Nurkholis, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.

Baca Juga:  Urip Sihabudin Penjabat Bupati Brebes, Ini Pekerjaan yang Harus Segera Dilakukan

“Kemudian dari data selama bulan Agustus total ada 72 kasus kebakaran. Dari total kasus tersebut, 58 kasus kebakaran di antaranya dari ilalang dan rumput sehingga kita himbau kepada masyarakat dan juga pengembang untuk tidak membakar rumput, ilalang, maupun sampah. Karena dalam sehari kalau 1,2,5 kasus kebakaran kami Damkar juga cukup kewalahan,” lanjutnya.

Menurut Nurkholis, lahan kosong atau kavling yang belum dibangun rawan ditumbuhi ilalang. Karenanya, pihaknya meminta pengembang perumahan untuk turut mengawasi dan rutin membersihkan lahan kosong yang menjadi proyek mereka. Setidaknya hal tersebut dapat mencegah kasus kebakaran.

Baca Juga:  Irene dan Medina Mundur dari Piala Dunia Catur 2021, Selamatkan Peserta dari Covid-19

“Di satu sisi di musim kemarau untuk mendapatkan air susah juga jadi ini yang perlu diperhatikan. Paling tidak mengantisipasi kebakaran. Selain kami kewalahan, kebakaran ini menyebabkan pencemaran udara. Kualitas udara kita sudah terganggu,” kata Nurkholis.

“Di samping itu, menghadapi kemarau panjang ini kami dari Damkar telah melatih relawan pemadam kebakaran (Redkar). Baru ada 105 relawan dari 177 kelurahan. Harapan kami, Redkar ini akan berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk antisipasi kebakaran. Kami juga berkoordinasi dengan camat untuk menyampaikan informasi ini ke tingkat lurah, LPMK, hingga RW – RT agar kebakaran dapat diantisipasi lebih dini,” tandas Nurkholis.

Baca Juga:  Warga Betawi dan Madura di Jabodetabek Menyatukan Dukungan ke Ganjar-Mahfud

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap antisipasi kebakaran, Pemerintah Kota Semarang juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor B/4691/130/IX/2023 tentang Antisipasi perubahan iklim.

Selain menghimbau untuk tidak membakar sampah, dalam surat edaran tersebut Pemkot Semarang meminta masyarakat untuk menggiatkan urban farming, penghijauan, membuat biopori, hingga melakukan kerja bakti.

Masyarakat juga diarahkan untuk menggunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan untuk menghindari penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *