Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, PLN Indonesia Power UBP Semarang Gelar Program SPAB di SMPN 17 Semarang

PT PLN Indonesia Power UBP Semarang memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar di SMP Negeri 17 Semarang

SEMARANG (Awall.id) – PT PLN Indonesia Power UBP Semarang memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar di SMP Negeri 17 Semarang.

Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi risiko bencana.

Kegiatan yang berlangsung pada 11, 12, 15, dan 17 Juni 2026 itu terlaksana melalui kolaborasi antara PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, SMP Negeri 17 Semarang, Kelurahan Jangli, Puskesmas Kedungmundu, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Aula SMP Negeri 17 Semarang.

Program SPAB menjadi bentuk sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, fasilitas kesehatan, dan masyarakat untuk membangun budaya sadar risiko sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah. Melalui dukungan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, program tersebut turut memperkuat aspek keselamatan dan ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan.

Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari identifikasi dan pemetaan risiko bencana, pembentukan tim siaga bencana sekolah, penyusunan prosedur evakuasi, pemasangan rambu keselamatan, edukasi kebencanaan, hingga simulasi evakuasi dan praktik pemadaman kebakaran.

Baca Juga:  FTIK USM Bangun Sistem Informasi Terpadu untuk Peternakan Ayam Petelur di Cepogo

Seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, dan unsur pendukung sekolah terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan.

Kepala SMP Negeri 17 Semarang, Yustina Kusumawati, mengatakan Program SPAB bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang membangun kesadaran seluruh warga sekolah terhadap risiko bencana.

Menurutnya, pendidikan mitigasi bencana perlu ditanamkan sejak dini melalui pembentukan duta siaga bencana yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tangguh.

“SPAB bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk memahami risiko bencana dan langkah-langkah mitigasinya. Melalui duta-duta siaga bencana, kami berharap budaya keselamatan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, CSR Officer PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Dadan Budiansyah, menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam Program SPAB merupakan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada pilar pendidikan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa, guru, dan seluruh warga sekolah mengenai mitigasi bencana melalui edukasi dasar kebencanaan, pengenalan konsep segitiga api, hingga praktik penanganan kebakaran.

Baca Juga:  Rangkaian Peringatan HUT Ke-30, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang Tanam 3.000 Pohon di Tanjung Mas

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen PT PLN Indonesia Power UBP Semarang dalam mendukung pendidikan yang aman dan tangguh bencana. Kami memberikan sosialisasi mengenai segitiga api, teknik penanganan kebakaran awal, serta praktik penggunaan karung goni basah dan APAR kepada siswa maupun guru. Selain itu, perusahaan juga menyerahkan rambu-rambu keselamatan, tempat sampah, dan APAR sebagai sarana edukasi sekaligus inventaris pendukung penanganan bencana di lingkungan sekolah,” kata Dadan.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas warga sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan sejak dini. Melalui kolaborasi berbagai pihak, PLN Indonesia Power UBP Semarang berharap lingkungan pendidikan semakin aman, responsif, dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana secara mandiri.

Berdasarkan hasil analisis risiko yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai ancaman yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah, seperti kebakaran, gempa bumi, dan kondisi darurat lainnya.

Baca Juga:  Gelar Apel Siaga Bulan K3 Nasional 2025, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang Tegaskan Komitmen Penerapan SMK3

Sebagai tindak lanjut, kegiatan tersebut menghasilkan pemetaan jalur dan titik evakuasi, pemasangan rambu keselamatan, serta penyusunan mekanisme tanggap darurat yang dapat diterapkan oleh seluruh warga sekolah.

Pada sesi praktik, peserta juga dibekali keterampilan dasar menangani kebakaran melalui simulasi penggunaan karung goni basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Simulasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam melakukan tindakan awal sebelum bantuan profesional tiba di lokasi.

Melalui program ini, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berkontribusi di sektor energi, tetapi juga mendukung terwujudnya masyarakat yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Perusahaan berharap hasil Program SPAB di SMP Negeri 17 Semarang dapat menjadi fondasi penguatan budaya keselamatan di lingkungan sekolah sekaligus menjadi contoh praktik baik dalam membangun ketangguhan bencana berbasis kolaborasi multipihak.

Program tersebut juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, kota dan permukiman berkelanjutan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *