Pohon Mangga Berumur 100 Tahun di Tengah Lawang Sewu Tumbang
SEMARANG (Awal.id) – Pohon Mangga Talijiwo berumur sekitar 100 tahun yang tumbuh di tengah halaman Historic Building Lawang Sewu (Museum Lawang Sewu) tumbang, Sabtu (31/12) sekitar pukul 07.47 WIB.
Humas PT Kereta Api Pariwisata M Ilud Siregar mengatakan pohon tersebut tumbang akibat hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang di wilayah Kota Semarang.
Akibat pohon tumbang itu, sambungnya, terdapat korban yang tertimpa. Korban merupakan petugas kebersihan (K3) Museum Lawang Sewu dan 1 petugas dari pengelola UMKM saat bertugas.
“Korban atas nama Agus Ismanto petugas kebersihan (K3) Museum Lawang Sewu diketahui mengalami patah tulang karena benturan di pangkal lengan/tangan sebelah kiri, sehingga harus menjalani operasi di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama. Sementara Sukma Aprilia, petugas pengelola UMKM, masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama yang mengalami nyeri di atas pinggang sebelah kiri,” ujar Ilud dalam keterangannya.
Atas kejadian tersebut, Ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kegiatan kunjungan wisata, untuk sementara juga ditutup.
“Atas kejadian dan peristiwa ini kami meminta maaf. Untuk sementara waktu kegiatan kunjungan kami tutup sampai petugas dan team perbaikan dan kebersihan menyelesaikan evakuasi pohon yang tumbang,” ujar Ilud.
Diketahui, pohon Mangga Talijiwo berusia kurang lebih 100 tahun itu ditanam kurang lebih pada tahun 1916.
Keberadaan tanaman peneduh di halaman Museum Lawang Sewu itu menambah keindahan dan kesejukan di area bangunan peninggalan Belanda.
Tumbangnya pohon Mangga Talijiwo menutupi area halaman Museum Lawang Sewu, sehingga kegiatan kunjungan di area halaman tidak bisa dimanfaatkan untuk sementara waktu.
Selanjutnya aktivitas kunjungan untuk sementara waktu ditutup sampai kegiatan perbaikan dan kebersihan selesai dilakukan. (is)



















