Wisata Gunung Gupak Magelang, Memandang Keindahan Alam dari Atas Ketinggian

IKON. Angsa Mengeram atau Banyak Angkrem menjadi ikon di lokasi wisata alam Gunung Gupak, Kabupaten Magelang
IKON. Angsa Mengeram atau Banyak Angkrem menjadi ikon di lokasi wisata alam Gunung Gupak, Kabupaten Magelang

MAGELANG (Awal.id) – Hadir satu lagi destinasi wisata di Kabupaten Magelang. Namanya wisata alam Gunung Gupak. Destinasi wisata ini menyuguhkan pemandangan alam tujuh gunung dan perbukitan di Kabupaten Magelang.

Lokasi wisata alam Gunung Gupak berada di Dusun Gondangan Tengah, Desa Wulunggunung Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Wisata Gunung Gupak terbilang istimewa. Meski terbilang baru, lokasi wisata ini sudah banyak dikunjungi wisatawan. Gunung Gupak seakan menjamin pengunjung untuk mendapatkan rasa kedamaian, kenangan dan keindahan alamnya.

Dikutip dari beritamagelang.id, lokasi wisata anyar ini berada di tanah kas desa seluas kurang lebih 5 hektar. Melalui gotong-royong warga, tanah ini disulap menjadi taman yang menyuguhkan pemandangan alam yang istimewa. Tanpa harus berpindah tempat, wisatawan akan mendapatkan foto keren dengan latar belakang alam yang eksotik dan berkelas.

Baca Juga:  Ditolak Berkunjung ke Kantor, Bupati Kendal Justru Diajak Wali Kota Hendi Bermain Sepak Bola

Puncak Tujuh Gunung

Lebih istimewa lagi, dari puncak Gunung Gupak ini pengunjung dapat melihat tujuh gunung yakni Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, Telomoyo, Sindoro, Prau, dan Menoreh. Beberapa bukit juga tampak seperti Tidar, Turgo Sleman dan lainnya.

Objek wisata tersebut dikelola oleh Bumdes Wulunggunung. Pembangunan objek wisata Bukit Gupak dimulai sejak 2018. Lahan tersebut memang merupakan bengkok desa yang dulunya digunakan untuk pertanian.

Kepala Desa Wulunggunung, Munawar bercerita, sebelum dijadikan objek wisata, ada orang Jakarta yang terkesima dengan pemandangan di Bukit Gupak. “Kemudian banyak orang asing pada datang, warga pun penasaran. Ternyata pemandangannya kok bagus banget,” katanya.

Lambat laun, atas masukan dari masyarakat,  Bukit Gupak pun dijadikan wisata. Di lahan tersebut dibangun beberapa wahana untuk berfoto. Seperti gardu pandang serta patung angsa yang menjadi ikon wisata Bukit Gupak. Pengunjung juga bisa bersantai di gazebo, sembari menikmati keindahan taman serta sejuknya hawa pegunungan.

  DI PUNCAK. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi, saat mengunjungi wisata Gunung Gupak Sawangan Kabupaten Magelang, Selasa (29/9/2020)


DI PUNCAK. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi, saat mengunjungi wisata Gunung Gupak Sawangan Kabupaten Magelang, Selasa (29/9/2020)

Ikon “Banyak Angkrem”

Baca Juga:  Perkara Korupsi Ekspor CPO, Prof Suparji Ahmad : Nuansa Kongkalikong Terlihat Nyata pada Persyaratan DMO 20%

Sebagai ikon lokasi wisata Gunung Gupak adalah patung besar seekor Angsa yang sedang mengeram (Jawa: Banyak Angkrem) yang juga bisa dijadikan sebagai salah satu spot foto.

Menurut Munawar simbol itu karena memang ada sejarahnya. Gunung Gupak ini dulunya tempat bermainnya kawanan angsa putih kekipu atau gupak (angsa bermain di air keruh). Kawanan itu dijadikan tempat angsa mengerami telur di sebuah bukit Gili yang tidak jauh dari lokasi ini,

Di samping spot foto, ada juga wahana lainnya, seperti petik strawbery, saung-saung tempat istirahat, Puncak Pandang Melupakan Mantan, area camping groundoutbound dan dan beberapa wahana pendukung lainnya.

Baca Juga:  Pascasarajana USM Lepas 98 Calon Wisudawan

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinung Nugroho Rachmadi, pernah berkunjung ke lokasi wisata alam Gunung Gupak.

Menurut Sinung, Gunung Gupak yang berada di Kabupaten Magelang bisa menjadi wisata alternatif. Jawa Tengah ikonnya adalah Candi Borobudur yang merupakan bagian dari wilayah Magelang.

Sinung mengakui bahwa pemandangan di Gunung Gupak sangat bagus dan istimewa. Bahkan, menurut Sinung, pengelola harus berani, liar dan menyajikan yang beda.

“Luar biasa. Bayangan saya liar. Kalau ini cuma ditawarkan hanya wisata alam, iya. Keliaran saya nggak mandek di sini, kalau perlu di sini ada sajian-sajian, yang sifatnya kalau boleh ada akuistik, ada ngopi tipis-tipis gitu ya, terus di menara itu jangan menara pandang, menara melupakan mantan, kira-kira menarik, akeh sing munggah,” ucapnya. (adv)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *