Ferry Dukung Program Percepatan Desa Mandiri Energi di Jateng

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mendorong terwujudnya kemandirian serta kedaulatan energi di tingkat desa. Untuk program percepatan kemandirian energi, Pemprov Jateng melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyalurkan 113 unit digester biogas untuk berbagai daerah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menyatakan dukungan terhadap kebijakan Pemprov untuk menciptakan kemandirian desa dalam memenuhi kebutuhan energi gas.
“Pemberian bantuan digester biogas akan membuat sejumlah desa yang masyarakatnya bergerak dalam bidang peternakan bisa memanfaatkan kotoran ternak mereka untuk mendapat biogas. Biogas ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi pengganti gas fosil,” kata Ferry di Semarang, Rabu (3/8).
Politikus asal Partai Golkar Jateng ini menilai program bantuan digester biogas bagi para peternak ini merupakan langkah bijak yang diterapkan Pemprov Jateng untuk menciptakan kemandirian energi di tingkat pedesaan.
Pemanfaatan biogas dari kotoran ternak ini, lanjut dia, merupakan bentuk pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Selain tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, penggunaan energi terbarukan ini bisa menjadi sarana menyosialisasikan dan mengembangkan energi dari potensi sumber daya alam atau limbah peternakan.
Sekadar diketahui, biogas adalah gas yang dapat dihasilkan dari fermentasi faeces (kotoran) ternak, misalnya sapi, kerbau, babi, kambing, ayam dan lain-lain dalam suatu ruangan yang disebut digester. Komponen utama biogas adalah gas methan, di samping gas-gas lain.
Prinsip pembuatan biogas ini terjadi karena adanya dekomposisi bahan organik secara anaerobik (tertutup dari udara bebas) untuk menghasilkan gas yang sebagian besar berupa gas metan (yang memiliki sifat mudah terbakar) dan karbon dioksida. Gas inilah yang disebut biogas.

Digester biogas
Menurut Ferry, bantuan digester biogas yang kini mencapai 157 unit, dan tersebar di seluruh daerah di Jawa Tengah menunjukan bahwa provinsi ini betul-betuk serius untuk memanfaatkan sumber alam yang ada, sekaligus untuk mengganti penggunaan sumber energi fosil yang dinilai memboroskan ekonomi masyarakat dan banyak menimbulkan polusi udara yang dapat menggantikan kesehatan makhluk hidup.
“Tekad Pemprov Jateng untuk mewujudkan kedaulatan di bidang ekonomi dan bidang energi, air dan pangan harus kita dukung bersama. Dan, bantuan digester biogas ini merupakan salah satu upaya dari program Pemprov Jateng untuk mencapai tujuan tersebut,” paparnya.
Politikus asal daerah pemilihan Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen berharap bantuan digester biogas ini dapat merata ke seluruh desa-desa di Jateng, sehingga sasaran pemerintah daerah untuk menciptakan kemandirian energi cepat teralisasi.
Kendati semua kotoran hewan dipergunakan untuk mendapatkan biogas, menurut Ferry, hasil sisa dari pengolahan limbah ini masih bisa dipergunakan para peternak untuk memupuk tanaman.
“Dengan digester biogas, kotoran ternak dapat diolah menjadi biogas, sehingga tidak menimbulkan polusi bau, dan air sungai jernih. Yang terpenting, peternak bisa mendapat energi biogas, sehingga dapat dipergunakan untuk listrik maupun memasak, sehingga dapat menghemat perekonomian masyarakat,” tandasnya. (adv/anf)



















