Kemenkes RI Gandeng Dinkes Kendal Berikan Pelatihan Pembuatan Jamu
KENDAL (Awal.id) – Kementerian Kesehatan RI besama Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan Anggota DPR RI memberikan Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Jamu yang Aman, Bermutu dan bermanfaat, di Aula Balai Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Selasa (12/7).
Kegiatan dihadiri oleh El Iqbal dari Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes RI, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Parno, dan Anggota DPR RI Tuti Nusandari Roosdiono melalui virtual, serta diikuti para pedagang jamu dan masyarakat di Kecamatan Singorojo.
Dir Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes RI El Iqbal mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menjaga kesehatan masyarakat, khususnya di masa pandemi virus Covid-19.
Menurut El Iqbal, jamu merupakan warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan, sehingga dalam pembuatanya harus memenuhi aspek-aspek kesehatan, agar manfaatnya bagi manusia.
“Kami juga melaksanakan vaksinasi booster virus Covid-19 bersama dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan DPR RI. Vaksinasi Booster di Kendal berdasarka data masih sekitar 20 persen, sehingga harus terus dapat ditingkatkan,” ungkapnya.

Dikatakan El Iqbal, bahwa target vaksinasi booster hari ini 200 orang, dan pelaksanaan vaksinasi ini akan terus dilakukan selama 1 minggu yang dilaksanakan di 5 Puskesmas di Kabupaten Kendal dengan target 1000 orang.
“Bagi masyarakat yang membuat atau berjualan jamu akan ada pendampingan dari dinas terkait dan mendapatkan tambahan modal,” tandas El Iqbal.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kendal, Parno menjelaskan, bahwa Vaksinasi Booster masih mencapai 20 persen, sehingga kegiatan ini sebagai bentuk berkolabarasi dengan Kementerian Kesehatan RI, serta dukungan dari DPRI RI Tuti Nusandari untuk percepatan vaksinasi booster di Kabupaten Kendal, agar bisa lebih meningkat lagi.
Terkait dengan edukasi pembuatan jamu sehat, Parno mengatakan, bahwa Dinas Kesehatan memiliki Gria Sehat, yaitu memproduksi jamu-jamu untuk kesehatan masyarakat Kendal, sehingga terkait hal tersebut, Dinkes akan mendampingi para pelaku pembuat jamu di Kabupaten. (is)



















