Ferry Wawan Cahyono Nilai Pemberian Fasilitas terhadap Pelaku Usaha Mampu Tingkatkan UMKM Jateng Naik Kelas

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Provinsi Jateng terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan kelas. Berbagai program pelatihan sudah dilakukan pemerintah agar produk UMKM memenuhi standar mutu, sehingga dapat diterima masyarakat luas, baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.
Salah satu program yang digenjot Pemprov Jateng adalah penyesuaian penggunaan produk dalam negeri (P3DN) untuk pengadaan barang dan jasa di pemerintahan.
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mendukung penuh program Pemprov Jateng untuk meningkatkan kelas UMKM di wilayahnya. Kebijakan pemerintah yang meminta jajaran aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan produk UMKM ini merupakan dukungan nyata untuk meningkatkan kualitas dan penggunaan produk karya anak bangsa.
“Saya optimistis pemberian fasilitas oleh pemerintah kepada pelaku UMKM, seperti pendanaan, sarana dan prasarana, informasi usaha, kemudahan perizinan usaha dan perusahaan promosi dagang serta dukungan kelembagaan ini, akan menjadi cambuk bagi pelaku usaha kecil dan koperasi untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19,” kata Ferry Wawan Cahyono di Semarang, Rabu (13/7).
Ferry mengajak semua elemen yang terkait dengan peningkatkan UMKM agar saling bahu-membahu untuk mendorong dan mempercepat pengembangan produk UMKM, termasuk produk home industry unggulan agar bisa bersaing dengan produk luar negeri.
“Semangat untuk meningkatkan kualitas UMKM harus terus kita gencarkan. Mari kita bantu para pelaku UMKM Jateng agar bisa mampu menghasilkan produk berkualitas, sehingga mampu mengangkat nama Jateng di tingkat nasional, maupun internasional,” ajar Politikus asal Partai Golongan Karya (Golkar) Jateng ini.
Dalam era digilitasasi ini, menurut Ferry, para pelaku UMKM perlu diperkenalkan dengan aplikasi e-katalog. Dengan memahami pemasaran lewat aplikasi e-katalog digiltal, mereka diharapkan memenuhi kebutuhan belanja pemerintah daerah secara elektronik.
Legislator asal daerah pemilihan Kabupaten Banjarnegara, Kebupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen ini juga mendorong para pelaku UMKM agar memanfaatkan aplikasi yang sudah disediakan Pemprov Jateng, seperti aplikasi Blangkon, untuk mengenalkan dan memasarkan produk unggulan mereka.

Dia mengaku bangga sebanyak 52 ribu produk UMKM Jateng kini sudah dapat memanfaatkan aplikasi Blangkon, sehingga produk UMKM dikenal secara luas oleh masyarakat dan pendapatan pelaku UMKM pun mampu meningkat secara siginifikan.
Di sisi lain, Ferry meminta organisasi perangkat daerah (OPD) agat membantu mencarikan solusi atas kendala-kendala yang menghambat peningkatan produk UMKM. Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) diharapkan pula bisa menilai dan mengawasi produk dalam negeri agar pelaku UMKM bisa mendapatkan solusi untuk meningkat kualitas produk mereka.
Tangkap Peluang
Ketua DPD Ormas MKGR Jateng ini mengajak pelaku UMKM agar bisa menangkap peluang untuk memasarkan produk unggulan di berbagai event atau pameran produk karya UMKM dan koperasi yang disediakan oleh pemerintah. Dengan dukungan pemasaran produk melalui off online itu, masyarakat akan mengerti bahwa kualitas produk karya anak bangsa kini mampu disejarkan dengan barang ’bikinan’ luar negeri.
“Dengan kualitas produk yang bagus dan harga yang terjangkau, saya kira produk UMKM Jateng bisa diterima semua lapisan masyarakat. Yang terpenting, UMKM harus bisa menangkap peluang yang ada untuk memasarkan produk mereka, baik di dalam negeri maupun luar negeri dengan menggandeng instasi terkait dari pemerintah,” tukasnya.
Ferry mengapresiasi realisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di Jateng sudah mencapai Rp 2,7 triliun atau 98,26 persen hingga tahun 2022 ini. Apalagil, dari hasil capai itu sekitar 85,6 persen atau sekitar Rp 2,4 triliun dihasilkan dari hasil penjualan produk UMKM.
“Realisasi P3DN Jateng sebesar pasti akan mematik pelaku UMKM dan Pemprov Jateng untuk meningkatkan produk dalam negeri asal Jateng menjadi produk yang mendunia,” tandasnya.
Di bidang penyedia barang-jasa, kata Ferry, Jateng juga mampu mencatatkan hasil yang cukup memuaskan, yakni sebesar Rp 4 triliun. Dari 23.967 paket barang dan jasa, setelah divalidasi pejabat pembuat komitmen (PPK), ada Rp 2,7 triliun atau sekitar 98,26 persen telah menggunakan produk dalam negeri.
“Prestasi penjualan produk dalam negeri sebesar Rp 2,7 triliun, berupa barang dan jasa. Perlu kita syukuri bersama. Selaku wakil rakyat, saya ucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat Jateng untuk ikut mengangkat produk UMKM dengan memberikan produk lokal. Peningkatan pemakaian produk dalam negeri asal Jateng ini menunjukkan UMKM Jateng telah mampu naik kelas,” tandasnya. (adv/anf)



















