Waket DPRD Jateng Ferry Wawan C : Sukseskan Transisi Energi untuk Pembangunan Daerah Rendah Karbon di Jateng

SEMARANG (Awal.id) – Transisi energi menjadi persoalan penting bagi seluruh dunia. Transisi Energi merupakan upaya dalam menekan risiko pemanasan global yang berpotensi mengancam kehidupan yang layak di masa mendatang. Transisi energi adalah jalan menuju transformasi sektor energi global menjadi nol-karbon.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan, hal tersebut mengacu pada pergeseran sektor energi global dari sistem produksi dan konsumsi energi berbasis fosil (gas alam, minyak, dan batu bara) ke sumber energi terbarukan seperti angin, matahari dan baterai lithium-ion.

“Dimasa sekarang urgensi transisi energi menjadi lebih meningkat. Hal tersebut tak lain guna melindungi planet dari risiko perubahan iklim,” katanya Senin (12/12).

Pentingnya transisi energi di masa sekarang didorong oleh berbagai faktor, di antaranya tingginya penetrasi energi terbarukan ke dalam bauran energi global, peningkatan teknologi dan penyimpanan energi, serta dimulainya elektrifikasi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, meminta seluruh pihak menyukseskan transisi energi, untuk pembangunan daerah rendah karbon di provinsi ini.

Baca Juga:  Ferry Minta Masyarakat Tetap Produktif Pasca Kenaikan BBM

Pada sektor energi, pemerintah telah menetapkan Peraturan Daerah Jawa Tengah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Jateng. Dikatakan, dalam perda itu juga menekankan pada peran serta masyarakat dalam implementasi energi baru terbarukan, melalui desa mandiri energi.

“Desa mandiri energi itu benar-benar memberikan solusi bagi kita. Seperti, desa di Kabupaten Magelang yang sudah dua tahun masyarakatnya tidak membeli gas elpiji. Bahkan, di kantor desanya juga sudah mengembangkan PLTS. Itu juga kami kampanyekan untuk bagaimana masyarakat di Jawa Tengah untuk meniru,” kata Gus Yasin.

Dia menyebut, terdapat tiga prinsip yang harus dilaksanakan dalam mengembangkan ekonomi hijau. Pertama, mengembangkan industri di bidang energi baru terbarukan. Kedua, mengelola sumber daya alam berkelanjutan, dan ketiga, mengembangkan proses produksi ramah lingkungan.
Seperti potensi yang dimiliki Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Desa tersebut memiliki potensi energi terbarukan dengan memanfaatkan limbah hewan ternak.

Baca Juga:  PON XXI 2024, Sepatu Roda Optimistis Raih Lebih Dari Dua Emas

Dengan adanya peternakan kambing milik desa yang terpusat, pembuangan limbah dapat dibuat komunal. Sehingga, selain diolah menjadi pupuk, limbah kotoran kambing bisa dimanfaatkan menjadi biogas untuk keperluan memasak warga sekitar.

“Saat ini kami juga punya harapan dan cita-cita untuk mengganti Bus Trans Jateng dengan bus berbahan bakar listrik. Kita juga sedang mendorong kendaraan dinas di OPD-OPD memakai mobil listrik yang ramah lingkungan. Kami ucapkan terima kasih kepada Dinas ESDM Jateng yang sudah memulainya dengan memakai mobil listrik,” kata dia.

Gus Yasin menambahkan, kebutuhan energi di sektor kesehatan juga terus didorong. Termasuk rumah sakit juga harus ikut andil dalam kampanye perubahan energi. Seperti Rumah Sakit Jiwa dr Amino Gondohutomo Semarang yang telah meneguhkan diri menjadi pelopor rumah sakit atau green hospital. RSJD milik Provinsi Jateng itu, telah memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di lingkungan rumah sakit sebagai sumber energi baru terbarukan.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, semangat kolaborasi menjadi pondasi kerja sama IESR dengan Pemprov Jateng dalam mendorong transisi energi. Menurutnya, kepemimpinan, inovasi daerah, dan kolaborasi, menjadi kunci keberhasilan transisi energi menuju pembangunan daerah rendah karbon tersebut, seperti berbagai praktik pemanfaatan energi terbarukan di Jawa Tengah.

Baca Juga:  DPRD Jateng Dorong Pemberdayaan Desa Wisata

Menurutnya, dalam buku Transisi Energi Bersama Rakyat yang diluncurkan pada acara Energi Transition di Bali pada akhir Agustus 2022, menggambarkan bagaimana masyarakat bisa terlibat dalam mendorong transisi energi dengan upaya sendiri dan lingkungan. Selain itu, dari pemerintah melakukan inovasi-inovasi pemanfaatan energi terbarukan yang ada di daerah.

“Terima kasih untuk dukungan seluruh pihak termasuk Pemerintah provinsi Jawa Tengah, dan pihak-pihak lain yang selama tiga tahun terakhir, telah bekerja sama dengan IESR. Kami harap tahun ini dan di tahun yang akan datang akan lebih baik, dan kita bersama-sama berkontribusi mendukung transisi energi, sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca untuk Indonesia,” kata dia. (Adv/anv)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *