Ferry Minta Masyarakat Tetap Produktif Pasca Kenaikan BBM

Ferry Wawan Cahyono dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Tetap Produktif Pasca Kenaikan BBM’ di Agrotera Cafe, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (24/9). 
Ferry Wawan Cahyono dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Tetap Produktif Pasca Kenaikan BBM’ di Agrotera Cafe, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (24/9). 

BANJARNEGARA (Awal.id) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono mendukung setiap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, terkhusus pasca kenaikan harga BBM Bersubsidi pada tahun ini.

Dukungan itu disampaikan Ferry pada acara  ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Tetap Produktif Pasca Kenaikan BBM, di Agrotera Cafe, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (24/9).

Politisi Golkar Jateng itu mengakui kenaikan BBM itu sangat menyulitkan masyarakat, karena dampaknya ke sejumlah sektor. Kesulitan ekonomi terbesar, yakni naiknya sejumlah inflasi di mana harga kebutuhan pokok terus merambah naik.

Baca Juga:  Ganjar Pranowo - Irjen Kemenkeu Sharing Pengelolaan APBN dan APBD Selama Pandemi

Dia berharap masyarakat Indonesia dapat memahami kebijakan pemerintah pusat tersebut, karena kenaikan harga BBM itu tentu sudah dipertimbangkan secara matang.

Kendati ada kenaikan BBM, Ketua DPD MKGR Jateng ini meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas ekonomi seperti biasa, bahkan jika perlu meningkatkan kinerjanya sehingga mampu mendongkrak pendapatan keluarga.

“Jika kita melihat kebijakan itu secara arif, kita bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono

Adaptasi masyarakat itu, lanjut dia, tetap mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemprov, dan pemkab/pemkot. Hal itu dilakukan dengan cara memberikan bantuan langsung agar lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Omzet Penjualan Bisnis Sri Ambarwati Naik 350 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

“Dengan begitu, pemerintah juga tetap berusaha menjaga laju inflasi agar kenaikan harga kebutuhan pokok tidak meluas sehingga perekonomian tetap stabil. Memang, di sini pemerintah harus hadir menangani persoalan yang terjadi di masyarakat,” terangnya.

Pernyataan senada juga dilontarkan Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara Adi Cahyono Purwo Saputro.

Menurut dia, Pemkab Banjar saat ini sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4,7 miliar untuk bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak kenaikan BBM.

Baca Juga:  Jaksa Agung Muda Intelijen Teken Adendum Kerja Sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi terkait Pertukaran Data Informasi

“Ada beberapa sektor penerima bantuan itu seperti usaha harian, ojol, angkot, UKM, dan pedagang pasar. Kami mengakui dana tersebut belum mencukupi untuk semua sehingga kami memilah-milah penerima bantuannya. Yang jelas, kami tetap berupaya untuk meminimalisir persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Adi. (adv)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *