Tetap Jadi Destinasi Unggulan, Candi Borobudur Siap Sambut Wisatawan Saat Libur Panjang Lebaran

PADAT PENGUNJUNG. Candi Borobudur merupakan destinasi wisata yang tidak pernah sepi pengunjung. Mahakarya arsitektur yang dibangun oleh Dinasti Syailendra menjadi wisata unggulan Jawa Tengah yang dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara
PADAT PENGUNJUNG. Candi Borobudur merupakan destinasi wisata yang tidak pernah sepi pengunjung. Mahakarya arsitektur yang dibangun oleh Dinasti Syailendra menjadi wisata unggulan Jawa Tengah yang dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara

MAGELANG (Awal.id) – Destinasi wisata Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, hingga saat ini masih menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi wisatawan. Selain pemandangannya yang eksotis, mahakarya arsitektur yang dibangun oleh Dinasti Syailendra ini juga punya sejarah yang panjang.

Candi Borobudur tak sekadar tempat wisata. Situs bersejarah ini menyimpan banyak cerita, terutama pada ukiran relief flora dan fauna yang mengandung berjuta makna, bahkan beberapa ilmuwan sampai melakukan penelitian.

Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi yang memiliki ketinggian 42 meter ini didirikan oleh Raja Wisnu dari Wangsa Syailendra pada 770 Masehi dan selesai pada 842 Masehi.

Candi Borobudur merupakan candi Buddha yang sekelilingnya merupakan taman luas dan berada di tengah gunung-gunung menjulang tinggi. Candi Borobudur juga masuk daftar tujuh keajaiban dunia.

Candi ini mulai diresmikan menjadi tempat wisata pada 15 Juli 1980. Kemudian, candi Borobudur ditetapkan sebagai Pusaka Budaya Dunia oleh UNESCO pada 1991.

Tak Pernah Sepi

Wisata Candi Borobudur tak pernah sepi pengunjung. Di lokasi wisata ini, pengunjung bisa melihat kemegahan candi yang menyimpan makna filosofis tentang kehidupan.

Selain kemegahan candi, para wisatawan juga bisa mengunjungi tempat-tempat menarik yang berada tidak jauh dari lokasi candi. Tempat-tempat ini seperti museum, perbukitan, hingga pasar.

Tak jauh dari wisata Candi Borobudur, pengunjung juga bisa menemukan dua candi peninggalan Buddha lainnya, yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon. Ketiga candi ini membentuk rute untuk Festival Hari Waisak yag digelar tiap tahun saat bulan purnama pada Bulan April atau Mei.

Baca Juga:  Sambut Imlek, Pemkot Semarang Bersama Komunitas Pecinan Semawis Gelar ’Ji Kau Meh’ dan Tradisi Tuk Panjang

Wisata Candi Borobudur bisa ditempuh dari pusat kota Magelang sejauh 17 km dan Yogyakarta sekitar 40 km.

Candi Borobudur merupakan candi atau kuil dan monument Buddha terbesar di dunia. Borobudur juga memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Candi ini memiliki 504 patung Buddha dengan sikap meditasi dan enam posisi tangan yang berbeda di sepanjang candi.

Borobudur dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Struktur bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran.

 

Destinasi Sekitar Candi

Beberapa destinasi wisata lainnya ada di sekitar Candi Borobudur sebagai wahana penunjang kelengkapan bagi para pengunjunag. Destinasi tersebut, antara lain:

  • Museum Kapal Samudraraksa

Museum Kapal Samudraraksa masih berada di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, sekitar 280 meter berjalan kaki dari Candi Borobudur. Di dalam museum ini terdapat rekonstuksi Kapal Borobudur dalam ukuran sesungguhnya yang dinamai Kapal Samudra Raksa.

Kapal Borobudur berasal dari masa Dinasti Syailendra abad ke-8 yang digambarkan dalam beberapa relief Candi Borobudur. Dalam sejarah dunia, Kapal Borobudur termasuk kapal modern pertama di dunia, karena mempunyai struktur ganda dengan dayung yang banyak dan lambung kapal yang luas.

  • Museum Borobudur

Di sebelah Museum Kapal Samudraraksa berdiri juga sebuah museum Karmawibhangga atau juga disebut Museum Borobudur. Museum ini menampilkan gambar relief Karmawibhangga yang terukir pada kaki tersembunyi Borobudur, beberapa blok batu Borobudur yang terlepas, serta temuan artefak arkeologi yang ditemukan di sekitar Borobudur dan lokasi lain di Jawa Tengah.

Baca Juga:  Kalapas Terbuka Kelas II B Kendal: Maknai Pahlawan Tak Sekadar Menghargai dan Kenang Jasanya

Bangunan museum ini dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Jawa, yaitu berupa rumah joglo lengkap dengan pendopo. Untuk masuk ke Museum Borobudur dan Museum Kapal Samudraraksa tidak dipungut biaya karena sudah masuk dalam harga tiket masuk Taman Wisata Candi Borobudur.

  • Galeri Unik & Seni

Galeri Unik & Seni Borobudur Indonesia atau GUSBI merupakan museum yang juga terletak di kawasan Candi Borobudur. Museum ini juga dikenal sebagai Museum MURI karena meyimpan berbagai benda unik yang memecahkan rekor. Di sini pengunjung bisa melihat patung budha emas terkecil, patung loro blonyo terbesar dan terkecil, lukisan dari sabun mandi, kemeja batik terbesar, jas terberat, dan masih banyak lagi.

Galeri Unik & Seni Borobudur Indonesia ini tidak dikelola oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur seperti Museum Borobudur dan Museum Kapal Samudraraksa. Jadi, untuk memasukinya pengunjung harus membaya 5 ribu rupiah per orang.

Sekilas Sejarah

Mengutip jurnal “Pesona Candi Borobudur Sebagai Wisata Budaya di Jawa Tengah” karya Reza Ayu Dewanti, candi Borobudur merupakan peninggalan dinasti Syailendra. Candi ini didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana.

Bangunan ini dibentuk sekitar abad ke-8 pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Tujuan dibangunnya Candi Borobudur untuk memuliakan raja-raja Syailendra (775-850 M) yang telah bersatu kembali dengan dewa yang menjadi asal beliau.

Baca Juga:  Dusun Girpasang Klaten Jadi Destinasi Wisata Baru, Raup Pendapatan Hingga Rp 75 Juta Per Bulan

Candi dibangun sebagai ungkapan nyata dan rasa hormat mendalam pada leluhur. Selain itu, bangunan candi dipakai sebagai kesadaran terhadap kebesaran agama.

Candi Borobudur secara keseluruhan terdiri dari stupa. Stupa adalah salah satu bangunan tanda peringatan agama Buddha. Dalam bahasa Sansekerta, stupa berarti gundukan atau timbunan tanah.

Candi ini berada di Borobudur, atau di daerah dataran Kedu yang dikelilingi oleh Gunung Merapi dan Merbabu di sebelah Timur, Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah utara, dan pegunungan Menoreh di sebelah Selatan.

Candi Borobudur telah dipugar beberapa kali. Pemugaran Candi Borobudur dilakukan pertama kali oleh Th. Van Erp dari tahun 1907 sampai 1911. Pemugaran kedua dilakukan pemerintah Indonesia yang bekerjasama dengan UNESCO. Pengerjaan pemugaran kedua ini berlangsung dari tahun 1973 sampai 1983.

Harga Tiket Masuk

  1. Wisatawan lokal:

– Borobudur Dewasa Rp 50 ribu

– Bundling Wisnus Dewasa Borobudur & Samudera Raksa Rp 65 ribu

– Borobudur Anak Rp 25 ribu

  1. Wisatawan Mancanegara:

– Borobudur Adult Rp 350 ribu

– Borobudur Child Rp 250 ribu

  1. Tiket Terusan

– Terusan Wisnus Dewasa Borobudur & Prambanan Rp 75 ribu

– Terusan Wisnus Dewasa Borobudur & Ratu Boko Rp 75 ribu

– Terusan Wisnus Anak Borobudur & Ratu Boko Rp 35 ribu

– Terusan Wisnus Anak Borobudur & Prambanan Rp 35 ribu (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *