Pantai Karangjahe Rembang, Primadona Wisata Bahari dengan Pantai Bersih dan Asri

GAZEBO. Ratusan gazebo terpasang dan tertata rapi di hamparan Pantai Karangjahe Rembang, yang menambah keasrian sekaligus untuk berteduh wisatawan  
GAZEBO. Ratusan gazebo terpasang dan tertata rapi di hamparan Pantai Karangjahe Rembang, yang menambah keasrian sekaligus untuk berteduh wisatawan  

REMBANG (Awal.id) – Kabupaten Rembang menjadi salah satu daerah tujuan wisatawan, terutama yang gemar berlibur di kawasan pantai. Wilayah kabupaten yang terletak di pesisir utara itu memang dikenal memiliki banyak wisata alam,di samping wisata religi atau tempat bersejarah, hingga wisata bahari yang tidak kalah keren.

Di samping wisatawan lokal, para wisatawan luar negeri juga sudah membuktikan keindahan daerah Rembang. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya wisatawan luar negeri yang setiap tahunnya mendatangi tempat wisata di sana.

Salah satu wisata bahari atau wisata pantai di Kabupaten Rembang adalah Pantai Karangjahe. Pantai ini terletak di Desa Punjulharjo ini atau tepatnya di Jl. Rembang-Lasem, Punjulharjo, Kecamatan Rembang.

Pantai Karangjahe menjadi tempat wisata baru yang bisa dinikmati oleh para wisatawan. Selain itu, ternyata akhir-akhir ini tempat wisata itu berhasil menjadi primadona tempat berlibur masyarakat lokal.

Ciri khas pantai ini memiliki garis pantai yang luas dan juga panjang serta dihiasi oleh pepohonan rimbun yang banyak sekali tumbuh dengan rapi di pesisir pantai. Dan keberadaan pohon-pohon itulah yang menjadi alasan kenapa banyak orang menjadikan pantai ini primadona. Kondisi pantainya juga masih sangat bersih dan terjaga.

Pantai Karangjahe atau Karangjahe Beach, dikelola oleh pemerintah desa. Desa itu pernah menyabet juara 2 Jambore Kelompok Sadar Wisata yang digelar Pemprov Jawa Tengah. Sementara juara 1 diraih oleh Saka Tunggal Banyumas.

Karangjahe Beach merupakan salah satu pantai di Rembang yang menawarkan panorama indah, hamparan pasir putih dan ribuan pohon cemara yang membentang di sepanjang pantai. Di sekitarnya pantai terdapat ratusan gazebo yang ditata rapi untuk pengunjung.

Sejarah Desa Wisata

Berawal dari tekad penanganan abrasi pantai yang dilakukan karangtaruna Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, pada 2008 silam, kini Pantai Karangjahe menjadi objek wisata andalan. Bahkan, bisa mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga:  Kenalkan Pantai Tirang Semarang, PT Kekancan Mukti Group Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai

Letak Pantai Karangjahe tak jauh dari pusat kota. Aksesnya pun mudah dijangkau. Pasir putih di pantai utara dengan ombak yang relatif tenang itu menjadi daya tarik tersendiri. Dasar pantai yang landai membuat pengunjungnya yang kebanyakan anak-anak dan remaja tidak takut bermain air di pantai.

Sejumlah warga juga menyewakan pelampung berukuran kecil dan besar dengan harga terjangkau, yang bisa digunakan seharian penuh. Ada pula yang menyewakan perahu karet kecil lengkap dengan dayung mini untuk digunakan di sekitar pantai, cukup dengan biaya Rp 20.000 per perahu. Pengunjung yang ingin berpetualang dengan ATV, bisa menyewa seharga Rp 40.000 per 30 menit atau Rp 25.000 per 15 menit.

Tidak hanya perahu karet, pelancong yang hendak menikmati angin laut, dapat berkeliling menggunakan kapal mesin ke Pulau Karang, dengan waktu tempuh pergi pulang sekitar 20 menit. Biayanya tidak terlalu mahal, hanya Rp 10.000 per orang. Jika ingin lebih lama lagi, bisa naik kapal mesin ke Pulau Gosong dengan waktu tempuh 30 menit dan biaya Rp 25.000 per orang.

Bagi mereka yang tidak suka berpanas-panasan, hamparan pohon cemara laut di tepi pantai bisa menjadi penyejuk, sekaligus membuat kawasan pantai lebih asri. Pengunjung pun bisa melepas lelah dan menikmati degan dan aneka jajanan di warung yang dikelola oleh warga. Di tempat itu juga tersedia beragam suvenir khas Rembang.

Ketua Pengelola Pantai Karangjahe, Mustofa, mengungkapkan, penataan Pantai Karangjahe awalnya dari keinginan penanganan abrasi pantai yang terhitung parah pada 2008-2009 silam. Sebab, pemerintah belum memiliki upaya penanganan abrasi pada pantai yang berpasir.

“Sejak itu kami mencoba untuk menanami tepi pantai. Kami sudah mencoba beberapa tanaman, dan gagal. Hingga akhirnya kami menemukan pohon cemara laut, yang cepat tumbuh. Apalagi kalau waktu tanamnya pada cuaca yang sesuai. Tapi, di sini juga ada pohon setigi yang unik dan tumbuh dengan sendirinya. Jadi, kalau Pantai Karangjahe jadinya seperti ini, ya sebenarnya itu tidak terencana,” bebernya.

Baca Juga:  Kejagung Ajukan PK Vonis Bebas Eks Bos OJK, Perkara Korupsi di Jiwasraya

Peran Karang Taruna

Ditambahkan, pada 2014, karang taruna bersama warga memberanikan membuka Pantai Karangjahe sebagai objek wisata dengan bentangan garis pantai 1,45 kilometer. Tidak disangka, kunjungan wisatawan meningkat pesat. Pada hari biasa pengunjung sekitar 500 orang, dan pada hari libur atau weekend, pengunjung bisa mencapai 2.000 orang. Bahkan pada tahun baru lalu, membeludaknya pengunjung yang hendak merayakan pergantian tahun di pantai tersebut, sempat memacetkan jalur utama pantai utara (pantura).

“Sampai-sampai kami dimarahi polisi karena menjadi biang kemacetan. Tapi kami jawab saja, ya kala-kala Rembang jadi seperti Bandung to pak. Memang kemacetan yang sangat parah itu juga tidak kami duga,” jelas Mustofa.

ATV. Pengunjung bisa menyewa kendaraan bermotor jenis ATV untuk berkeliling di sepanjang pantai dengan harga terjangkau   

ATV. Pengunjung bisa menyewa kendaraan bermotor jenis ATV untuk berkeliling di sepanjang pantai dengan harga terjangkau

Dukungan pemerintah kabupaten terhadap keberadaan pantai itu cukup bagus. Untuk lebih menarik minat pengunjung, pemerintah kabupaten memfasilitasi area untuk selfie di sebelah timur pantai. Antara lain, sejumlah tempat duduk berbentuk love, ayunan di atas air, dan sebagainya.

Keberadaan Pantai Karangjahe, katanya, juga meningkatkan perekonomian masyarakat. Pasalnya, mereka yang berjualan, menyewakan pelampung, perahu, kapal, ATV, dan sebagainya, adalah warga setempat. Lebih dari 100 warga menggantungkan perekonomiannya dari usaha di Pantai Karang Jahe. Sehingga, multiplier effect keberadaan objek wisata yang digagas masyarakat, dapat dinikmati langsung oleh warga.

Fasilitas dan Wahana

Ada sejumlah fasilitas di desa wisata itu yang bisa dinikmati pengunjung. Fasilitas dimaksud antara lain:

-Berenang

Pantai Karangjahe, sebagaimana karakteristik pantai di Jawa, adalah pantai yang landai/dangkal sehingga cukup aman untuk berenang bersama keluarga.

-Sunrise dan Sunset

Pengunjungi bisa menikmati indahnya matahari terbit (sunrise) atau matahari terbenam (sunset) di kawasan itu.

Baca Juga:  Warga Desa Gempolsewu Gelar Sedekah Laut, Larung Kepala Sapi

-Bermain pasir

Salah satu kelebihan Pantai Karangjahe adalah memiliki pasir putih yang masih bersih, sehingga nyaman bagi pengunjung untuk jalan-jalan ataupun membuat istana pasir. Ditambah pohon cemara yang menyejukkan.

-Fasilitas ATV

Bagi pengunjung yang menginginkan tantangan di Pantai karang Jahe juga disediakan wahana permainan ATV.

-Kegiatan outbound

Dengan view latar belakang yang sangat indah, akan sangat menyenangkan untuk melakukan kegiatan outbond di Pantai Karang Jahe.

-Berlayar

Dengan menggunakan perahu wisata pengunjung akan dibawa berlayar ke Terumbu Karang jahe, Pulau Siwalan maupun ke Pulau Gede.

-Belajar pembuatan garam

Pantai Karang Jahe juga menawarkan wisata pendidikan, yaitu mengetahui proses pembuatan garam rakyat.

-Kopi darat berbagai komunitas

Untuk mempunyai komunitas motor, mobil, vespa, dll pantai Karang jahe adalah tempat yang sangat cocok untuk kegiatan ini.

-Foto session

Dengan pemandangan yang begitu indah banyak fotografer yang merekomendasikan tempat ini sebagai background foto session pre wedding atau foto session model.

Jambore Pokdarwis

Pada tanggal 28-30 Oktober 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Rembang menyelenggarakan Festival Pokdarwis Tingkat Provinsi. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Sebagai informasi, pada penutupan kegiatan Festival Pokdarwis Tingkat Provinsi Jawa Tengah ini, terdapat 12 Pokdarwis yang memenangkan perlombaan dengan dua kategori, yaitu kategori konvensi dan apresiasi.

Untuk kategori konvensi dimenangkan oleh Saka Tunggal Banyumas (juara 1), Karang Jahe Beach Rembang (juara 2), Arum Sari Batang (juara 3), Lembah Sari Serang Purbalingga (harapan 1), Sitalang Salatiga (harapan 2), dan Wana Lestari Wonosobo (harapan 3).

Sedangkan kategori apresiasi diperoleh oleh Lembah Sri Serang Purbalingga (juara 1), Gendewa Klaten (juara 2), Nirwana Sunrise Magelang (juara 3), Ngrombo Kuncoro Sukoharjo (harapan 1), Bombat Batang (harapan 2) dan Arum Sari Batang (harapan 3). (adv)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *