BNPT Gagas Konsep Pembangunan Kesejahteraan Kalangan Eks Napiter
SEMARANG (Awal.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mewujudkan penanggulangan kejahatan terorisme berbasis pembangunan kesejahteraan, gagas Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN). KKTN ini akan ditempat di lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah.
Kepala BNPT Boy Rafli Amar saat bertemu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Senin (15/11), di Kantor Gubernur Jateng, mengatakan konsep KKTN adalah memberikan lapangan kegiatan-kegiatan di bidang UKM untuk kemandirian di kalangan eks narapidana terorisme (Napiter).
“Hari ini kami di Jawa Tengah untuk koordinasi masalah teknis yang akan dikerjakan ke depan. Mudah-mudahan bisa diwujudkan agar eks Napiter yang keluar sudah ada tempat untuk menampung dan memberdayakan mereka. Kami berharap ke depan mereka tidak kembali ke kelompoknya dan punya kemandirian bidang ekonomi,” ungkapnya.
Di Jawa Tengah ada sekitar 130 eks napiter, tersebar di beberapa lokasi. “Ada beberapa titik pusat deradikalisasi yang sudah berjalan dan ditambah lagi yang ini, jadi disesuaikan dengan domisili mereka dan minat yang sama,” ujarnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo turut menyampaikan, pendampingan reintegrasi sosial dan deradikalisasi kepada eks napiter sudah ada, pola-pola tersebut tinggal direplikasi dan dipadukan dengan konsep dari BNPT.
“Kita sambut baik, BNPT sudah punya program tinggal kita berperan, sharing-lah ya, kalau bicara bidang usaha tadi teknisnya itu lahan di mana nanti akan kami usulkan ke beliau, maka ada assessment di awal, terus kita coba desain di beberapa tempat, prinsipnya kita akan dukung, kami juga sepakat untuk bagaimana nantinya mencegah karena ini penting dari edukasi dan lain sebagainya,” kata Ganjar.
Ganjar menambahkan, dalam konsep pembangunan kesejahteraan tersebut, pemerintah daerah melibatkan Kesbangpol, Kesra, UMKM, dan Perindustrian diperlukan agar para eks napiter bisa mandiri setelah kembali ke masyarakat.
“Beberapa tadi yang sudah ada di masyarakat dan nanti yang akan keluar juga akan bekerjasama agar kita dapat informasi itu dari BNPT, terus kita edukasi agar kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan bermasyarakat dengan baik, tugas negara adalah melindungi masyarakatnya begitu dan biar orang lain tahu,” imbuh Ganjar. (is)




















