Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Minta CCTV disetiap RT untuk Dimaksimalkan

SEMARANG (Awal.id) – Meningkatnya kasua kriminalitas, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta, CCTV di Setiap RT diaktifkan untuk keamanan lingkungan menjelang kebaran.

Laporan dari Kejaksaan Negeri Semarang, kasus kriminalitas biasanya 70 kasus kini meningkat menjadi 100 – 120 kasus.

“Pencuri semakin nekat. Kajari tadi menyampaikan data Kaporles masuk ke Kajari, biasanya 70. Sekarang meningkat 100 -120. Narkoba jug banyak. Ini karena kebutuhan hidup meningkat,” ujar Ita, di Balai Kota Semarang, Rabu (12/4).

Ita melanjuktan, Kota Semarang memiliki 11 ribu CCTV yang terpasang di setiap RT. Kehadiran CCTV diharapkan bisa memudahkan aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus jika terjadi tindak kriminal.

Baca Juga:  Polrestabes Semarang Gelar Vaksinasi di Pusat Perbelanjaan

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mendownload aplikasi Libas milik Polrestabes Semarang. Di dalammya, ada fitur Kentongan Digital (Kenita) yang akan memudahkan masyarakat saat terjadi kejadian kriminalitas.

“Kalau ada satu RT terjadi satu hal, seluruh RT akan tahu. Ada 133 ribu masyarakat yang mendownload. KK di Semarang ada 550 ribuan. Kalau bisa mendownlad semua, akan lebih cepat jika terjadi apa-apa,” papar Ita, sapaannya,

Di sisi lain, pihaknya meminta Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, BPBD, dan camat lurah untuk melakukan persiapan Lebaran sesuai tupoksi masing-masing. Pemerintah Kota Semarang akan turut menyiapkan pendirian pos mudik Lebaran bsrsama dengan Forkopinda.

Baca Juga:  Keren! UNDIP Buka Prodi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

“Insyaallah Kota Semarang kondusif. Kebtuhan pokok tersedia. Harga-harga stabil,” ucapnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, ada beberapa kerawanan saat Lebaran nanti antara lain kecelakaan lalu lintas, kepadatan lalu lintas, dan tindak kejahatan.

“Misalnya, pencurian rumah kosong. Umumnya jelang Natal, tabun baru, Idulfitri, biasnaga meningkat karena kebutuhan hidup,” ujar Irwan.

Irwan mengatakan, Polrestabes Semarang telah meluncurkan aplikasi Libas. Ini menjadi upaya mempermudah masyarakat ataupun petugas jika ada kejadian gangguan kamtibmas. Dalam aplikasi Libas ada fitur Kentongan Digital atau Kenita.

“Kalau ada sesuatu di satu RT, dipencet Kentongan Digital, infonya akan diterima warga se-RT. Misal, ada pencurian. Nanti ada informasinya,” terangnya.

Baca Juga:  Dikeroyok Program Pencegahan dari Berbagai Sektor, Kasus DBD Kota Semarang Menurun Tajam

Kenita, lanjut Irwan, juga akan masuk ke kepolisian jika itu menyangkut ancaman kamtibmas.

Dia pun sudah mengantisipasi kerawanan-kerawanan tersebut. Ada 1.500 personel gabungan dari kepolisian, TNI, pemkot, serta stakeholder lain.

Selain personel, pihaknya juga menyiapkan 14 pos pengamanan Idulfitri. Dua diantaranya pos terpadu yaitu di Simpanglima dan Kalikangkung.

Pos Simpanglima memonitor situasi kota, jalur alternatif, dan jalur nontol. Sedangkan, Pos Kalikangkung memantau arus lalu lintas melalui jalan tol.

“Kami juga menempatkan beberapa pos pengamanan, di terminal, stasiun, bandara mal, pintu keluar masuk Semarang baik dari arah Kendal, Demak, Ungaran,” tambahnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *