Dua Pelajar SD Asal Kendal Ikuti Pertukaran Pelajar di Malaysia

KENDAL (Awall.id) – Dua pelajar sekolah dasar (SD) asal Kabupaten Kendal mengikuti International Study and Culture Exchange Program Indonesia – Malaysia pada tanggal 26 sampai 29 September 2023 di Kuala Lumpur Malaysia.

Dua pelajar SD yang mengikuti pertukaran pelajar yaitu Hatta Lovanazetta Kaisar, murid kelas 5 SD Negeri 1 Pegulon Kendal dan Alesha Ghassani Wibowo, murid SD Universal Ananda Purin Kendal.

Program pertukaran pelajar ini difasilitasi oleh Universitas Muhammadiyah Semarang bekerja sama dengan International Islamic School Malaysia, IISM Malaysia. Pesertanya adalah pelajar yang dinyatakan lolos seleksi untuk mewakili Jawa Tengah untuk mempromosikan budaya lokal Jawa Tengah.

Sunarmi, Fasilitator dari Universitas Muhammadiyah Semarang mengatakan, pertukaran pelajar ini adalah pengenalan budaya dari masing-masing daerah. Pesertanya digabung dengan pelajar SMP dan SMA dari Jawa Tengah sebanyak 42 siswa, di antaranya pelajar dari Solo Raya, Cilacap dan Kendal.

“Pelajar dari Kendal ada 5 pelajar SMA dan 2 pelajar SD,” katanya.

Kepala SD Negeri 1 Pegulon, Sugiyanto mengatakan, pihak sekolah sudah mempersiapkan agar anak didiknya bisa tampil bagus di Malaysia, seperti latihan berbahasa Inggris. Tampilan yang akan disajikan yakni monolog cerita tentang tokoh penting di Kendal, tembang Jawa dan puisi.

“Untuk perkenalan akan menggunakan Bahasa Inggris, sedangkan kesenian yang ditampilkan untuk monolog cerita akan menggunakan Bahasa Indonesia dan nyanyian tembang Jawa tetap menggunakan Bahasa Jawa,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, program pertukaran pelajar ini bisa membantu mengembangkan bakat anak di bidang kebudayaan. Program ini sangat bagus dalam mengembangkan minat dan bakat siswa, karena bisa melatih siswa untuk memiliki kemampuan tampil di depan umum.

“Harapannya melalui program ini, bisa membentuk anak menjadi pribadi yang mandiri,” harapnya.

Ferinando mengatakannya, anak-anak ini agar menunjukkan budaya Indonesia yang memiliki nilai-nilai Pancasila. Hal ini sesuai dengan program Kurikulum Merdeka yang menciptakan profil pelajar Pancasila, sehingga harus ditunjukkan di negara lain, seperti saling menghargai dan penuh toleransi.

“Anak-anak ini di sana bisa tampil dengan baik, menunjukkan sikap yang baik pula, maka akan membuat banyak orang dari luar ingin datang ke Indonesia, sehingga akan meningkatkan kunjungan wisata di Indonesia,”kata Ferinando.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *