Dispertan dan Disketapang Apresiasi SD N 03 Ngaliyan Semarang Sebagai Pelopor Pertama Urban Farming
SEMARANG (Awal.id) – SD Negri 03 Ngaliyan, Kota Semarang yang menjadi perlopor Urban Farming Sekolah Dasar pertama di Kota Semarang, mengukuhkan 250 siswanya, dari kelas 1 hingga 6 menjadi petani cilik dan detektif pangan.
Hal itu sebagai upaya Pemerintah Kota Semarang untuk terus mendorong urban farming khususnya di Sekolah Dasar yang berada di Kota Semarang.
Dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengapresiasi dalam upaya mengenalkan persoalan pertanian dan pangan kepada siswa siswi dan oratng tua murid kususnya SD Negri 03 Ngaliyan, Kota Semarang.
“Apresiasi yang tinggi kami berikan kepada bapak ibu guru dan perintis di SD Ngaliyan 03 Ngaliyan, bahwa ada petani dan detektif pangan program dari Dinas Ketahanan Pangan,” tuturnya di SD Ngaliyan 03 Semarang, Kamis (2/30).

Ia menyampaikan, ini salahsatu kolaborasi untuk bergerak bersama dalam kedaulatan pangan yang ada di Kota Semarang.
“Kita sadar betul, bahwa negara tidak akan kuat jika ketahanan pangan dan pertaniannya tidak kuat, tidak semata mata hanya menanam tetapi bagaimana caranya juga untuk mengolahnya,” ujarnya.
Lanjutnya, ia berharap program seperti ini dapat dikembangkan bersama untuk disemua lembaga pendidikan yang ada, untuk dipertanian sendiri sudah memiliki argo wiyata, untuk nak-anak yang minat dibidang pertanian.
“Dengan program Petani Kecil ini, akan mejadi bagian penting dalam melakukan pembinaan dan pengenalan terhadap pertnian,” katanya.
Senada dengan Dispertan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Semarang, Bambangg Pramusinto mengapresiasi SD N 03 Ngaliyan, menjadi pelopor dan perintis petani kecil dan detektif kecil di Kota semarang.
“Kegiatan ini akan menjadi penyemangat SD lain yang ada di Kota Semarang, karena itu salah satu upaya, menjadikan Kota semarang menjadi tangguhh pangan,” tuturnya.
Ia meminta, orangtua untuk memberikan dorongan, sehingga Petani Kecil dan Detektif Pangan dapat berkembang, selain itu dapat menjadi percontohan untuk sekolah lain.
“Dengan adanya Petani Kecil dan Detektif Pangan, akan meningkatkan kualitas pangan dilingkungan sekolah semakin maksimal,” pungkasnya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Sekolah SD N Ngaliyan 03, Semarang, Murkilah menyampaikan, dengan adanya program ini, selain dapat menambah pengalaman juga dapat membetuk karakter para siswa siswinya.
“Dari kegiatan pertanian ini, akan dibeli oleh orangtua murid dan hasilnya nanti akan dibelikan bibit dan pupuk,” tambahnya.




















