Masyarakat Miskin Bukan Menengah Atas, DPRD Jateng Dukung Penerapan KTP dan KK untuk Pembelian LPG Subsidi

LPG 3 KG- Mulai 1 Januari 2024, pembelian LPG 3 Kg harus menunjukkan KTP dan KK.

SEMARANG (Awall.id) – Penerapan pembelian LPG 3 kg menggunakan KTP dan KK per 1 Januari 2024 mendapat apresiasi dari DPRD Jawa Tengah. Langkah tersebut dinilai sangat tepat untuk mengatur distribusi LPG subsidi agar lebih tepat sasaran.

Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah, Muhammad Ngainirrichardhl mengatakan, melalui pendataan tersebut, maka subsidi yang diberikan lebih menyasar kepada personal, sehingga lebih tepat sasaran. Apalafi, sesuai aturan, LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, usaha mikro, nelayan sasaran, serta petani sasaran.

“Saya sangat setuju dengan penerapan KTP fan KK sebagai syarat pembelian LPG 3 kg, karena memang pemerintah memberikan subsidi kan untuk masyarakat yang kurang beruntung,” katanya.

Meski begitu, Ngainirrichardhl juga mengingatkan tetap adanya pengawasan di tingkat pangkalan, agar tidak terjadi penyimpangan. Selain itu juga harus ada kepastian kuota di setiap pangkalan, jangan sampai berlebihan dan dijual lagi ke masyarakat yang tidak berhak.

“Jadi, di setiap pangkalan harus ada kepastian berapa kuota disana. Misalnya 100 tabung seminggu, ya diberikan seperti itu. Kalau lebih nanti berpotensi dijual ke mereka yang tidak berhak,” ujarnya.

Ngainirrichardhl juga mendorong masyarakat, khususnya golongan menengah ke atas, untuk menggunakan LPG non subsidi yang telah disediakan oleh Pertamina. Hal ini agar subsidi yang telah disiapkan oleh pemerintah benar – benar bisa membantu masyarakat miskin.

“Kita harus punya kesadaran, bahwa subsidi hanya untuk yang berhak. Jadi, dengan membeli LPG non subsidi itu sama saja membantu saudara kita yang kurang beruntung,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPC Hiswana Migas Semarang, Triyanto Cahyo Legowo, mengajak masyarakat menyukseskan program penyaluran LPG 3 kg tepat sasaran. Ia pun menjamin bahwa dokumen berupa KTP dan KK yang digunakan untuk mendaftar tidak akan disalahgunakan oleh pangkalan.

“Masyarakat kan membeli LPG 3 kg di pangkalan terdekat. Jadi sudah saling kenal, karena kan tetangga sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini 4.500 pangkalan yang ada terus melakukan pendataan dan sosialisasi terkait program ini. Terkait program tersebut, Hiswana Migas juga bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, hingga ke tingkat kelurahan.

“Kita terus lakukan sosialisasi ke masyarakat bersama Pemkot. Sampai sekarang masih terus dibuka pendaftaran untuk masyarakat, belum ada batas waktu dari Pertamina,” ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya juga siap dengan adanya peningkatan permintaan LPG non subsidi dengan adanya program transformasi penyaluran LPG 3 kg.

“LPG non subsidi inikan tidak dibatasi dengan kuota, jadi permintaan masyarakat pasti akan dipenuhi,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *