Seorang Bayi Laki-laki Ditemukan Tergeletak di Semak-semak
SEMARANG (Awal.id) – Seorang bayi laki-laki ditemukan di semak-semak di samping lapak penjual durian di Jalan Gunungpati-Boja, Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa (3/1), lalu.
Diketahui, temuan bayi tersebut awalnya beredar lewat di sejumlah akun media sosial. Terlihat, bayi tersebut tergeletak dengan dililit kain batik merah dan diangkat dari tanah oleh seorang ibu berseragam rumah makan Barokah Sekopek.
Bayi tersebut kemudian diletakkan di lapak durian yang belum buka diiringi tangisan ibu-ibu lain yang kasihan melihat sang bayi. Salah seorang warga lalu menghubungi Polsek Mijen dan tidak lama kemudian datang polisi bersama ambulan Puskesmas Karangmalang dan membawa bayi tersebut untuk dilakukan perawatan.
Adanya temuan tersebut, Kaposlek Mijen, Kompol Kholid Mawardi menjelaskan kepolisian melakukan penyelidikan terkait temuan bayi tersebut. Diduga ada unsur pidana dalam peristiwa itu.
“Saat ini kami titipkan bayi tersebut, berkaitan dengan tindak pidana entah itu penelantaran ataupun posisi orang tua yang mungkin meletakkan bayi di situ dengan maksud dan tujuan apa kita belum tahu. Tapi semua ini masih kita lakukan proses pengungkapan,” ujar Kholid saat ditemui para awak media, Kamis (5/1/2023).
Adanya informasi soal temuan bayi itu, Ia menyebut banyak pihak yang datang ke Puskesmas bermaksud untuk mengadopsi. Ia menegaskan pihaknya masih berupaya mengungkap kasus pembuangan bayi tersebut.
“Sejauh ini kepentingan kami adalah pengungkapan kasus mengenai bayi yang ada. Sekarang masih kita titipkan di puskesmas kalau secara teknis bagaiamana melakukan adopsi kami sarankan untuk melalui prosedur, ada untuk mengadopsi bayi dan sebagainya. Sementara yang kami ketahui kami masih titipkan di puskesmas bayinya,” tutup Kholid.
Sementara, Kepala Puskesmas Karangmalang, Anasih menambahkan bayi laki-laki itu dalam kondisi sehat meski ada penurunan berat badan namun masih batas wajar. ASI dari para pendonor juga sudah diberikan.
Ia juga menyebut tidak bisa memastikan apakah kelahiran bayi tersebut dibantu medis atau tidak, namun dilihat dari ciri tali pusat yang putus dekat pusar, hal itu menunjukkan tidak sesuai dengan prosedur medis.
“Melihat ciri tali pusat atau plasenta yang mulai mengering, diperkirakan bayi itu lahir lebih dari 24 jam sebelum ditemukan tapi masih kurang dari tiga hari. Ditambah, pemotongan tali pusat itu tidak sesuai dengan standart atau prosedur,” tegasnya. (is)



















