Simak Cara Mendapatkan STB Gratis
SEMARANG (Awal.id) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) resmi mulai memigrasi tv analog ke tv digital mulai Rabu (2/11) pukul 24.00 WIB malam.
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Jateng Muhammad Aulia Assyahiddin menuturkan jika Jawa Tengah dan Kota Semarang jika sudah mengalami analog switch off (ASO) untuk di digital.
“Kalo di Jateng ASO hanya di 230 kabupaten/kota di 24 wilayah layanan siar,” ujarnya, Kamis (3/11).
Aulia menjelaskan perpindahan tv analog ke tv digital membutuh alat yang bernama set top box (STB). Bagi masyarakat yang kurang mampu bisa mendapatkan STB secara gratis hanya dengan KTP dan terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kemudian lokasi rumah berada di cakupan siaran televisi yang terdampak ASO.
“Bagi yang belum menerima STB sampai dengan 2 November 2022, dapat mengajukan secara mandiri dengan menghubungi call centre 159 atau ke nomor telepon Posko Respon Cepat Penanganan Bantuan STB terdekat,” ujarnya.
Mekanisme mendapatkan STB secara mandiri adalah sebagai berikut. Langkah pertama, buka situs https://cekbantuanstb.kominfo.go.id/, kemudian masukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kode captcha pada kolom yang tersedia. Selanjutnya Klik “Pencarian”, jika terdaftar sebagai penerima bantuan, anda dapat menghubungi call centre 159 atau mendatangi Posko Respon Cepat Penanganan Bantuan STB serta membawa KTP dan KK asli.
“Jika mengalami kendala dalam mengakses situs masyarakat dapat menghubungi call centre 159 atau mendatangi Posko Respon Cepat Penanganan Bantuan STB, kalo di Kota Semarang ya poskonya di Dinas Kominfo Semarang, begitupun di tempat lain,” pungkasnya.
Proses pembagian STB sendiri sudah di lakukan melalui verifikasi terlebih dulu di tingkat RT dan RW. Sementara Dinas Kominfo Semarang Soenarto menuturkan sudah ada 16.191 STB yang dibagikan sesuai jatah yang diterima Kota Semarang.
“Tujuannya adalah untuk mencatat warga yang berhak mendapatkan unit STB,” jelasnya.
Dia mengatakan masih menunggu bantuan STB kembali dari pusat.
“Kami menunggu bantuan dari pusat kembali, ranah kami hanya ikut membantu pembagian” jelasnya. (is)



















