Geram Banjir Landa Semarang, Pilus Minta Pemkot Inventarisasi Tata Ruang Wilayah Semarang Atas

SEMARANG (Awal.id) – Musibah banjir bandang yang melanda di Perumahan Wahyu Utomo RW 6, Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan serta, Kelurahan Mangkang Wetan, Mangkang Kulon, dan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Minggu (6/11), membuat DPRD Kota Semarang geram.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mewanti-wanti agar banjir bandang yang terjadi baru lalu tidak boleh terulang dan harus dilakukan langkah antisipasi. Salah satunya adalah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk melakukan inventarisasi kawasan wilayah atas, terutama terkait tata ruang.

Baca Juga:  Jangan Khawatir! Atasi Efek Demam Setelah Vaksinasi Dengan Makanan Ini

“Kalau saya melihatnya Pemkot harus tegas dengan melakukan inventarisasi bangunan baru atau lama yang ada di Semarang atas,” ujarnya di sela-sela kegiatannya, Rabu (9/11).

Pilus panggilan akrab Kadarlusmen menjelaskan inventarisasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah proyek pembangunan di wilayah atas sesuai aturan atau tidak. Termasuk dari segi drainase dan rumus tata ruang, di mana 40 persen dari lahan yang ada merupakan ruang terbuka hijau.

Baca Juga:  Bupati/Wali Kota Diminta Prioritaskan Lansia untuk Divaksin

“Kalau ini tidak dilakukan kan ngeri, jangan ada lagi korban masyarakat terimbas banjir bandang seperti di Ngaliyan dan Tugu terulang lagi,” ujarnya.

Pilus mendesak Pemkot Semarang segera , menormalisasi Sungai Sihingas atau daerah aliran sungai (DAS) Beringin. Selain itu, Pemkot juga diminta untuk melakukan langkah pencegahan dan penanganan terhadap bencana.

“Distaru harus mencari kawasan mana yang tidak menaati Perda. Lalu dilakukan penindakan tegas, kalau hanya normalisasi saja ya percuma,” jelasnya.

Baca Juga:  Jaksa Agung Terima Kunjungan Komisioner Komnas HAM, Bahas Isu-Isu Strategis terkait Hak Asasi Manusia

Sementara Kepala Dinas Kawasan Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali menerangkan pihaknya telah diperintahkan Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin untuk melakukan pendataan dan evaluasi kawasan yang dilanda banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Kita hari ini diminta mendata, melakukan evaluasi apa saja yang rusak, seperti rumah, infrastruktur, tanggul dan saluran. Sebagai langkah apa yang dilakukan, misalnya bantuan pembangunan rumah kepada korban banjir,” paparnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *