Atlet Peraih Medali PON XX Terima Tali Asih, Ricky Yang Apresiasi Pemprov Jateng

SEMARANG (Awal.id) – Atlet peraih medali di PON XX Papua 2021 menerima tali asih pada saat pelantikan pengurus KONI Jateng periode 2021-2025, di Gradhika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (8/3).
Penyerahan tali asih tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang yang diwakilkan Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno.
Adapun perwakilan dari tiga peraih medali emas di PON XX Papua 2021, yakni atlet biliar Ricky Yang, atlet wushu Yusuf Widianto dan atlet tolak peluru Irfan Toni serta dua orang pelatih, Hari Suprianto dan Gunawan Wijaya. Mereka mewakili 196 atlet Jateng yang meraih medali emas, perak dan perunggu.
Peraih dua medali emas di PON XX Papua ,Ricky Yang memberikan apresiasi atas kepedulian Pemprov Jawa Tengah terhadap atlet yang sudah membawa harum nama Jawa Tengah di kancah nasional pada PON XX Papua 2021.
“Saya berika apresiasi terhadap Pemprov Jateng atas pemberian tali asih ini. Meski Jateng dalam kondisi sulit, Pak Gubernur masih diperhatikan para atlet. Namanya seluruh provinsi pasti beda-beda. Jangan melihat dari satu sisi bahwa ini angkanya lebih sedikit atau lebih banyak. Pada intinya kita ini di Jawa Tengah bisa besar, bisa terkenal itu karena jodoh,” papar Ricky Yang di sela-sela kegiatan pelantikan.
Ricky mengajak para atlet di Jawa Tengah wajib untuk berkomitmen bersama-sama agar bisa membanggakan nama Provinsi Jawa Tengah.
“Kita sebagai atlet di Jawa Tengah apapun ceritanya kita harus membanggakan Jawa Tengah. Pada intinya kita sudah menerima gaji dari Jawa Tengah, artinya kita juga harus siap menjadikan diri kita sebagai karyawan. Saya berprinsip, saya kerja untuk juara,” tandas Ricky Yang.

Atlet PON XX peraih Emas, Ricky Yang saat hendak menerima tali asih.
Tak hanya itu, dia juga menyatakan komitmennya akan tetap memperkuat Jawa Tengah di PON XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang. Menurutnya, event tersebut akan menjadi panggung terakhirnya sebelum pensiun.
“Pada PON XXI 2024 akan jadi PON terakhir saya. Saya masih bersama Jawa Tengah karena sudah saling akrab baik dengan POBSI, KONI hingga pemerintah provinsi. Untuk target nanti, itu semua kembali ke POBSI dan KONI, kita ditargetkan medali emas ya kita harus dikasih bumbu dan pupuk untuk itu,” ungkap Ricky.
Pencairan Tali Asih
Diketahui, untuk pencairan tali asih akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama, para atlet akan menerima 37,5 persen dari total bonus. Dana tali asih diambilkan dari Silpa (Sisa lebih pembiayaan anggaran) tahun 2021. Total dana yang disediakan untuk tali asih sebesar Rp 21,8 miliar.
Nantinya dalam tahap pertama dari dana Silpa senilai Rp 8,188 miliar sehingga sisa yang akan diambilkan dari dana murni anggaran 2022 adalah Rp 13,618 miliar.
Dalam PON XX Papua lalu, Jateng mendapat 27 medali emas, 47 perak dan 64 perunggu. Adapun rincian besaran tali asih, yakni emas perseorangan Rp 200 juta, beregu Rp 300 juta (sehingga ganda masing-masing Rp 150 juta, 3 atlet @ Rp 100 juta dan 4 atlet @ Rp 75 juta).
Medali perak perseorangan Rp 80 juta, ganda Rp 70 juta, trio Rp 60 juta, kwartet Rp 40 juta, lebih dari 4 atlet Rp 30 juta. Medali perunggu perorangan Rp 50 juta, ganda Rp 40 juta, trio Rp 30 juta, kwartet Rp 25 juta, lebih dari empat atlet Rp 20 juta. Adapun pelatih sama rata yakni medali emas Rp 100 juta, perak Rp 40 juta dan perunggu Rp 25 juta. (is)



















