Unjuk Rasa 11 April di Semarang Berlangsung Kondusif

SEMARANG (Awal.id) – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di Semarang, Senin (11/4) yang menolak penundaan Pemilu 2024, berlangsung aman. Mereka menyampaikan aspirasi agar Pemilu Pemilihan Presiden (Pilpres) tetap dilaksanakan tahun 2024, dan tidak ada perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode, dengan pengamanan humanis dari aparat gabungan TNI-Polri dan elemen terkait.
Ratusan personel yang terdiri dari tim gabungan pengamanan dari Polrestabes Semarang, Polda Jateng, TNI dan satuan terkait lainnya ditugaskan secara langsung membantu petugas untuk memastikan aksi unjuk rasa berjalan baik yang dilakukan oleh para mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang .
Aksi unjuk rasa sendiri berlangsung kondisif, Jalan Pahlawan diberlakukan contraflow. Arus lalu lintas Jalan Pahlawan dari Simpanglima menuju perempatan Sriwijaya-Veteran, dibagi menjadi dua jalur. Separuhnya digunakan untuk arus dari arah selatan menuju ke Simpanglima. Pasalnya, jalan raya dari selatan sesampai di depan gedung DPRD Jateng digunakan untuk memfasilitasi mahasiswa pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya.
Sekitar pukul 13.30 mahasiswa mulai terlihat bergerak ke Jalan Pahlawan untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Menanggapi kondusifnya aksi unjuk rasa ini, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menyampaikan terimakasih kepada para pengunjuk rasa yang turut menjaga kondusivitas kegiatan unjuk rasa ini.
Kapilrestabes mengatakan, kepolisian menyiagakan 900 personel dalam mengamankan unjuk rasa kali ini. Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan pengamanan tidak langsung selain petugas yang berada di lapangan.
“Jumlah personel yang dilibatkan kurang lebih 900 orang yang terlibat dalam pengamanan langsung, yang artinya 900 orang itu ada di tempat ini. Dan jika digabungkan dengan personel yang melaksanakan pengamanan tidak langsung tentunya jauh lebih banyak,” papar Irwan.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar di sela-sela pengamanan aksi unjuk rasa 11 April di Jalan Pahlawan.
Menurut Irwan dalam melakukan pengamanan ini dilakukan setelah adanya surat pemberitahuan yang masuk ke Satuan Intel tentang akan adanya aksi demo oleh tiga elemen dari mahasiswa.
“Surat pemberitahuan yang masuk ke Satuan Intel yakni akan dilaksanakan unjuk rasa atau kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dari tiga elemen mahasiswa yang ada di Kota Semarang dengan jumlah berdasarkan surat pemberitahuan yang masuk sebanyak 250 pengunjuk rasa,” ujarnya.
Dalam melakukan pengamanan, Irwan menyebut, personel yang diturunkan mengedepankan sifat humanis sehingga dapat terhindar dari tindakan-tindakan yang bisa berakibat merugikan berbagai pihak.
“Perku diketahui pelaksanaan unjuk rasa hari ini dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama tidak ada anarkis sehingga semuanya dapat melakukan tugasnya dengan baik para TNI-Polri melaksanakan tugasnya dengan baik begitupun pengunjuk rasa,” beber Irwan.
Meski sempat diwarnai penerobosan mahasiswa yang sudah dihadang oleh kawat berduri dan aksi bakar ban. Para peserta aksi dalam melakukan demo tergolong berjalan aman. Mereka akhirnya membubarkan diri setelah melakukan buka bersama pada pukul 18.00 WIB. (Cip)




















