Andi Herman Emban Tugas Baru Jadi Sesjampidsus Kejagung, Torehkan Segudang Prestasi saat Jabat Kajati Jateng

Andi Herman SH MH
Andi Herman SH MH

SEMARANG (Awal.id) – Di jajaran Kejaksaan siapa yang tidak kenal dengan nama Andi Herman SH MH. Tentu semua kalangan adhyaksa sudah mengenal sosok tersebut. Andi Herman yang akrab disapa Andi, dikenal memiliki segudang prestasi. Tidak hanya dikenal sebagai praktisi hukum saja sebagai Jaksa saja, tapi Andi juga dikenal di kalangan atlet dan dunia olahraga nasional.

Di bidang penegakan hukum, Andi sudah banyak dipercaya untuk mengembah sejumlah jabatan penting di Kejaksaan, mulai dari tingkat Kejaksaan Negeri (Kejari), Kejaksaan Tinggi (Kejati) hingga Kejaksaan Agung (Kejagung). Kepercayaan ini diperoleh bukan tanpa perjuangan. Andi mendapat kepercayaan dan jabatan dari pimpinan melalui didikasi, loyalitas dan kinerja yang tinggi yang telah ditunjukkan secara nyata.

Terbaru, Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik Andi Herman SH MH sebagai  Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Sesjampidsus) Kejagung RI, di Gedung Kartika, Jakarta, Kamis (27/10). Sebelumnya, Andi Herman mendapat tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah.

Baca Juga:  Jampidus Periksa 3 Saksi terkait Perkara Korupsi Impor Baja

Pada saat menjabat sebagai Kajati Jateng, Andi mampu menorehkan segudang prestasi, di antaranya membentuk 57 rumah restoratif justice (RJ) di berbagai wilayah di Jateng.

Pembentukan rumah RJ ini mengacu perintah Jaksa Agung untuk mengedepankan keadilan restoratif (restorative justice). Hadirnya rumah restorative justice bertujuan untuk menegakan keadilan di tengah masyarakat. Semua pelanggaran pidana tidak harus diselesaikan melalui persidangan di pengadilan, namun cukup diselesaikan para pihak (korban dan pelaku) dengan diketahui pemangku wilayah setempat.

Prestasi lain yang membanggakan masyarakat Jateng dari inovasi Andi saat menjabat Kajati Jateng adalah gebrakannya yang mampu menyertifikatkan lahan Candi Borobudur seluas 7 hektare. Padahal, upaya sertifikasi lahan Candi Borobudur dimulai sejak 2016 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sempat menjadi konflik di masyarakat setempat. Namun, berkat kegigihan dan keuletan dalam melakukan pendekatan dengan pihak-pihak bersengketa, Andi mampu mengurai dan memecahkan permasalah hukum sehingga masalah kepemilihan lahan menjadi jelas dengan terbitkan sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Baca Juga:  Sentra Vaksinasi Grhadika untuk Lansia 50 Tahun, yang Lain Bulan Berikutnya

Prestasi Olahraga

Prestasi gemilang tidak hanya ditorehkan Andi Herman di lingkungan Kejaksaan saja. Dia juga memiliki prestasi gemilang di bidang olahraga nasional.

Catatan gemilang yang ditorehkan putra asli Kabupaten Wajo ini di bidang olahraga adalah membawa kontingan Indonesia meraih medali emas dalam Paralympic Games 2020 di Tokyo Jepang.

Andi Herman yang didapuk sebagai Chef de Mission Paralympic Indonesia mampu mengantarkan atlet difabel (orang yang memiliki keterbatasan fisik atau mental) meraih medali emas.

Tidak tanggung-tanggung, atlet yang dipimpin Andi Herman mampu memberikan kejutan dan kebanggaan Tim Merah Putih, lantaran mampu mendulang dua medali emas.

Prestasi ini merupakan hal yang luar biasanya, karena selama 40 tahun mengikuti ajang Paralumpic, Indonesia belum pernah meraih emas yang menjadi ajang terhormat untuk sebuah kejuaraan.

Baca Juga:  Rilis Logo Hari Santri 2023, Menag: Jayakan Negeri

Keberhasilan Andi Herman mengantarkan Indonesia memecah kebuntuan medali emas selama 40 tahun di kancah Paralympic ini disambut dengan penuh suka cita oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin SH.

Dan baru-baru ini, saat Andi Herman menjabat Kajati Jateng, dirinya kembali dipercaya menjadi Ketua Chief de Mission (CDM) kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games XI 2022.

Kepercayan tersebut ternyata tida sia-sia, Indonesia menjadi pengumpul medali terbanyak dan berhasil menjadi juara umum.

Dalam ASEAN Para Games 2022 , Indonesia melaju jauh di peringkat teratas dengan total 419 medali dengan rincian 171 medali emas, 138 perak, dan 110 perunggu.

Jumlah tersebut jauh di atas tim peringkat kedua, Thailand, yang mengumpulkan total 312 medali dengan rincian 113 medali emas, 113 perak, dan 86 perunggu. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *