Hasil Identifikasi CCTV, Kasus Penembakan Istri TNI Mulai Temukan Titik Terang

SEMARANG (Awal.id) – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang bekerja sama dengan TNI melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan istri anggota TNI berinisial R (24) yang terjadi di depan rumahnya, Jalan Cemara III No.1, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/7) lalu.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan berdasarkan hasil identifikasi komplotan penembakan dari rekaman CCTV yang telah dimiliki, kepolisian mulai menemukan titik terang. Ia menyebut aksi tersebut seperti sudah direncanakan sebelumnya.
“Dalam menangani kasus ini, ada dua cara penyidikan yang kita lakukan. Pertama mendalami atau berusaha mencari pelaku langsung, yaitu empat orang itu. Yang kedua mendalami dan mencari kemungkinan orang yang memesan rencana penembakan sebagai otak dari aksi penembakan ini,” jelas Irwan didampingi Dandim 0733/ Kota Semarang, Letkol Inf Honi Havana saat bedah dan analisa CCTV, di Ruang Rupatama Lantai 2, Rabu (20/7).
Irwan menuturkan saat ini kepolisian telah melakukan identifikasi terhadap para pelaku atas kasus tersebut. Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh, dia melihat ada empat pelaku dengan mengendarai dua kendaraan motor ketika kejadian penembakan kepada korban.
“Motor yang pertama yaitu bermerk Ninja warna hijau tanpa plat nomor dengan tersangka pertama sebagai joki motor berciri-cirikan jaket merah, celana jeans, helm hitam, sandal jepit, tas slempang biru dan perawakan tubuh kurus,” bebernya.
Sedangkan untuk motor yang kedua, sambungnya, yakni mengendarai motor jenis Honda Beat Street warna hitam dengan tersangka ketiga bertugas mengawasi berciri-cirikan menggunakan jaket biru, celana warna hitam, tas biru muda, sepatu dan helm warna hitam. Kemudian tersangka keempat mengenakan jaket hitam dengan motif warna merah, celana hitam, sepatu lutih, tas hitam dan rambut panjang dikuncir.
“Motor Ninja warna hijau ini menggunakan tromol warna hijau juga. Bagi masyarakat yang sekira melihat ciri-ciri tersebut atau bahkan mencurigai bisa langsunh menghubungi nomor 082242746179,” papar Irwan.
Kronologi Penembakan
Di sisi lain, Irwan juga menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan adegan per-adegan perencanaan penembakan ini.
Pada pukul 11.35 WIB, tepatnya sebelum kejadian tersebut, dua tersangka terlihat yang mengendarai motor Ninja memasuki area TKP dari Jalan Cemara Raya turun di pertigaan pos ronda untuk standby.
Kemudian, diikuti oleh dua tersangka lainnya yang mengendarai motor beat menuju ke pos ronda. Pada pukul 11.38 WIB, komplotan penembakan mengetahui korban keluar rumah untuk menjemput anaknya yang bersekolah.
Selang tiga menit setelah tersangka kumpul, terlihat korban sedang menjemput anaknya ke sekolah karena mendapat kabar sedang tidak sehat. Tak berlangsung lama, korban langsung diikuti oleh keempat tersangka. Kemudian, pada pukul 11.47 WIB, korban termonitor sudah sampai di rumahnya dari arah Cemara Raya dan diikuti oleh dua tersangka yang menggunakan motor Ninja.
“Pada saat itu juga, tersangka pembonceng motor terlihat meletuskan senjata api ke arah tubuh korban. Tak berselang semenit, kemudian tersangka berbalik arah dan meletuskan tembakan kedua. Dalam proses penembakan pertama, karena melihat korban masih berdiri dan mungkin pelaku mengira tembakannya meleset, pelaku kembali lagi dan terjadilah tembakan kedua,” beber Irwan sambil menganalisa hasil rekaman CCTV.
Pada pukul 11.48, sambungnya, kedua tersangka yang mengendarai motor Ninja terpantau CCTV milik Cemerelang Sport yang berada di Jalan Cemara Raya melewati Masjid Raya Al-Muhajirin.
“Arah pengendara motor Ninja ke Jalan Kanfer Raya atau ke Jalan Tusam, sedangkan pemotor Beat tidak termonitor CCTV Masjid Raya Al-Muhajirin. Itu semua adalah tahapan-tahapan atau segmen dari para pelaku pada saat sebelum dan sesudah melakukan penembakan,” tutup Irwan. (is)



















