Ribuan Mahasiswa Semarang Gelar Aksi Unjuk Rasa Ke Kantor Gubernur Jateng

Mahasiswa Semarang saat menggelar aksi demo di depan gedung DPRD dan kantor gubernur Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu 13/4.

SEMARANG (Awal.id) – Ribuan mahasiswa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang kembali melakukan aksi unjuk rasa yang sebelumnya dilakukan long march dengan titik aksi akhir di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang pada Rabu (13/4). 

Diektahui, para peserta aksi tersebut terdiri dari mahasiswa berbagai Universitas yang memakai jaket almamater fakultas masing-masing.

Koordinator Aksi, Pudol menjelaskan selain menyampaikan permasalahan yang saat ini dinilai menjadi penyebab rakyat menderita, adanya aksi unjuk rasa kali ini dilakukan atas nama Aliansi Rakyat Jawa Tengah Mengguggat dalam rangka menyuarakan pedihnya cengkeraman Pemerintahan Oligarki yang sangat menyengsarakan masyarakat Indonesia.

“Yang jelas dalam aksi kali ini memiliki judul kekalahan negara Indonesia dalam cengkaraman pemerintahan oligarki yang menyengsarakan rakyat,” papar Pudol di sela- sela aksi tersebut.

Baca Juga:  Atikoh Ganjar Sholawatan Bareng di PP Tarbiyatus Salafiyah Probolinggo

Pihaknya membeberkan permasalahan yang saat ini sangat membebani masyarakat yaitu melonjaknya harga minyak goreng. Apalagi Menteri Perdagangan yang sudah menyerah terhadap mafia penyebab kenaikan harga tersebut.

“Fokus kami tadi sudah disampaikan untuk memecat Menteri Perdagangan karena mengaku kalah kepada mafia minyak goreng yang kemudian efeknya jangka panjang. Ini artinya adalah negara kalah dengan sekelompok orang,” ungkap Pudol.

Dalam aksi demonstran ini, sambungnya pihaknya juga memastikan tak akan ada kerusuhan ataupun tindakan anarkis yang bisa berakibat kerugian dari berbagai pihaknya. Kepastian itu dilakukan setelah antar mahasiswa berkoordinasi untuk melakukan screening yang bisa membuat kericuhan atau potensi kriminal.

Baca Juga:  Rektor UPGRIS : Mahasiswa Sudah Sadar dan Disiplin Terapkan Prokes saat PTM

“Sampai saat ini aksinya damai-damai saja. Kami juga sama sekali tidak menginginkan adanya kerusuhan. Kami juga sudah melakukan mitigasi yaitu dengan screening orang-orang yang ikut aksi untuk tidak membawa senjata tajam dan juga lainnya,” tutur Pudol

Dalam aksi demo tersebut terdiri dari 11 tuntutan yang dibawa mahasiswa yaitu :

  1. Menuntut MPR RI berkomitmen untuk tidak mengamandemen UUD NRI 1945.
  2. Memastikan rantai pasokan ketersediaan BBM dalam negeri.
  3. Pecat Menteri Perdagangan karena gagal dalam menjalankan tugas dan usut tuntas serta pidanakan mafia minyak goreng.
  4. Tolak pemindahan IKN di masa krisis; Cabut dan kaji ulang UU IKN dengan memperhatikan aspek ekologis, ekonomi, dan sosial-budaya serta sahkan RUU Masyarakat Hukum Adat.Cabut UU Cipta Kerja beserta peraturan turunannya.
  1. Cabut SK Gubernur Jawa Tengah tentang UMK Tahun 2022 di Kabupaten Kota yang berdasarkan UU Cipta Kerja.
  2. Tolak tunggakan iuran BPJS Kesehatan.
  3. Menuntut penegakan sanksi tegas dan transparansi publik mengenai perusahaan yang tidak memberikan THR.
  1. Hentikan intimidasi, represifitas, dan segala bentuk kekerasan aparat terhadap warga negara.
  2. Hentikan pembangunan yang mengabaikan dampak pada kerusakan lingkungan dan perampasan ruang hidup rakyat dengan dalih kepentingan umum.
  3. Hentikan relokasi industri ke Jawa Tengah Atas dasar hal tersebut di atas, kami dari Aliansi Rakyat. (Cip)
Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *