Jelang Ramadhan, Walikota Semarang Pantau Stok Bahan Pokok

Dokumen Humas Pemkot Semarang

SEMARANG  (Awal.id)  – Menjelang bulan Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberi perhatian terhadap bahan pokok yang mulai mengalami kenaikan.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi,  langsung turun ke lapangan untuk memantau stok di pasaran. Hendi, sapaannya, meminta para pedagang tidak mremo atau mencari untung dengan menaikkan harga secara berlebihan menjelang Ramadan dan Lebaran.

“Saya ingatkan menjelang Ramadan sebisa mungkin kalau mau mremo jangan kebangetan,” kata dia.

Pihaknya juga meminta Dinas Perdagangan segera memantau stok bahan pokok jelang Ramadan. Jika stok terjamin, dia yakin pedagang tidak akan melakukan upaya mremo secara berlebihan.

Baca Juga:  Pancaroba, Mbak Ita Imbau Masyarakat Kota Semarang Waspadai Beberapa Penyakit

“Dua hal itu yang saya fokuskan,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu, pihaknya pun telah melakukan pantauan di Pasar Bulu. Menurutnya, sejauh ini stok bahan pokok masih aman. Hanya saja, dia masih menerima keluhan terkait stok minyak goreng. Dia pastikan, persoalan minyak goreng akan bisa segera teratasi.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, laporan dari kepala pasar sejumlah bahan pokok memang mengalami kenaikan satu bulan menjelang Ramadan.

Baca Juga:  Komitmen KIW Diusia 35 Tahun Menjadi Kawasan Industri yang Lebih Handal

Misalnya, harga telur saat ini mencapai Rp 22 ribu dari sebelumnya Rp 18 ribu rupiah. Demikian pula harga komoditas lainnya juga ada yang mengalami kenaikan.

Pihaknya akan melibatkan TNI Polri untuk memantau distribusi barang hingga tingkat distributor.

“Nanti kami akan lakukan koordinasi lintas sektor termasuk TNI-Polri untuk pemantauan harga, termasuk nanti memantau di tingkat distributor. Dengan begitu akan kami ketahui permasalahannya apakah di tingkat distributor atau di bawahnya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kabupaten Semarang Gelar Pekan Kreatif Nusantara 2021

Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, Nurkholis mengatakan, sejauh ini ketersediaan barang masih aman, kecuali minyak goreng.

Mengatasi persoalan minyak goreng, pihaknya rutin melakukan operasi pasar.

“Kalau untuk minyak goreng hampir tiap hari kami lakukan operasi pasar,” ujar dia.(red)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *