Selain Blora, Petani Pati dan Rembang Juga Bisa Manfaatkan Bendungan Randugunting

Presiden Jokowi berada di area Bendungan Randugunting yang diresmikannya, Rabu (5/2)
Presiden Jokowi berada di area Bendungan Randugunting yang diresmikannya, Rabu (5/2)

BLORA (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap, Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Rabu (5/1), keberadaannya dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tiga kabupaten.

“Alhamdulillah, jadi ini tidak hanya untuk Blora. Blora ini sedang memberikan fasilitasnya untuk bisa digunakan sebagai satu bendungan. Ini ada Bupati Pati dan Rembang juga yang nanti akan ikut memanfaatkan. Jadi ini kolaborasi tiga kabupaten dan semoga ini bisa bermanfaat untuk semuanya,” kata Ganjar ditemui di sela peresmian Bendungan Randugunting.

Ganjar menjelaskan bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai aliran irigasi ke lahan pertanian tetapi juga berpotensi besar menjadi objek wisata.

Baca Juga:  Jelang PPKM Mikro, Pemprov Siapkan Dukungan Logistik Kesehatan

“Bisa dimanfaatkan untuk sumber air bersih termasuk nanti untuk pariwisata. Bagus sekali ini bentuknya dan ini sudah mulai terisi. Mudah-mudahan nanti bisa manfaat untuk semuanya,” katanya.

Para petani di sekitar Bendungan Randugunting juga menyambut baik diresmikannya bendungan itu. Terlebih manfaatnya dapat dirasakan oleh warga di tiga kabupaten.

Seperti yang dikatakan oleh Markum dari petani pemakai air (P3A) Sambungrejo Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Menurutnya, sebelum ada Bendungan Randugunting, para petani di Kecamatan Sumber, Rembang, memanfaatkan saluran irigasi Kedungsapen. Namun karena kondisi saluran irigasi itu sudah dangkal dan tidak bagus maka debit air terus berkurang.

Baca Juga:  Dideklarasikan PPP sebagai Capres 2024, Ganjar Mengaku Tersanjung

“Terima kasih Bendungan Randugunting sudah diresmikan. Setelah ada bendungan ini airnya bisa dialirkan ke Kedungsapen untuk mencukupi daerah persawahan di Kecamatan Sumber dan Kaliori Kabupaten Rembang , sekitar 1.520 hektare,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Matroji, warga Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora. Menurutnya keberadaan Bendungan Randugunting itu diharapkan dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat di sekitarnya.

“Sebelum ada bendungan ini, sumber air kurang karena daerahnya di tengah hutan dan pegunungan. Kekurangan air itu juga dikarenakan hutan yang gundul. Ke depan ini bis dimanfaatkan untuk memakmurkan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  USM-Undil Timor Leste Sepakat Kerja Sama KKN Internasional

Bendungan Randugunting dibangun dengan dana mencapai RP 880 miliar. Bendungan yang terletak di Desa Kalinanas itu memiliki luas genangan 187,19 hektare dengan total kapasitas tampung sebanyak 14,43 juta meter kubik. Nantinya bendungan ini bisa memberikan suplai air baku 200 liter per detik dan irigasi 670 hektare.

Bendungan Randugunting diharapkan juga akan mereduksi banjir sebesar 75 persen atau 81 meter kubik per detik dengan pengurangan luar areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare. Bendungan Randugunting juga memiliki potensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem solar panel. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *