Resmikan Pasar Johar, Presiden Jokowi Pesan Pedagang Jaga Kebersihan dan Keamanan

SEMARANG (Awal.id) – Pasar Johar Kota Semarang menjadi penutup kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Jawa Tengah, Rabu sore (5/1). Kunjungan orang pertama Republik Indonesia itu sekaligus meresmikan Pasar Johar yang telah selesai direvitalisasi dan siap beroperasi.

Jokowi pada sambutannya mengaku senang Pasar Johar yang juga merupakan salah satu bangunan cagar budaya itu sudah dapat beroperasi kembali dengan hasil revitalisasi menjadi rapi, bersih, dan modern.

“Saya gembira, hari ini dapat melihat secara langsung pasar yang sudah selesai direvitalisasi membuat lebih bersih, rapih, modern, dan tertata, tentunya tanpa mengganggu kaidah, karena ini adalah bangunan cagar budaya,” ungkapnya saat meresmikan Pasar Johar.

Baca Juga:  Awasi Kos-kosan, Polrestabes akan Kerja Sama dengan Pemkot Semarang

Presiden berharap pasar yang sudah berdiri sejak 1930-an dengan anggaran revitalisasi sebesar ratusan miliar itu dapat lebih meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Adanya pasar yang ramai menandakan pergerakan ekonomi masyarakat dan akan berimbas pada sektor produksinya juga. Saya titip, jaga kebersihannya, keamanannya sehingga pasar ini betul-betul menjadi pasar yang bersih, rapi hingga tertata dan tidak menjadi pasar yang kotor dan berbau,” tutupnya.

Baca Juga:  Lebaran 2021, BI Buka Layanan Penukaran Uang Baru Mulai 12 April Hingga 11 Mei

Harapan yang sama juga disampaikan bang Simon (48), Koordinator Pedagang. Menurut Simon, dengan diresmikannya Pasar Johar, para pedagang bisa segera menempati kios.

“Karena masih sepi, pedagang belum masuk semua. Masih ada pedagang yang kesulitan modal untuk kepindahan,” ujarnya.

Simon juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Semarang dan dinas pasar karena telah secara maksimal dalam proses revitalisasi hingga kelancaran penempatan kembali para pedagang.

Baca Juga:  Korea Selatan Siap Ikut Garap SDM Jateng

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, dalam segala proses para pedagang diajak dalam musyawarah, karena adanya perubahan daya tampung, pedagang harus berperan aktif dengan dinas pasar, dan saya siap berjuang bersama pedagang yang belum mendapatkan kios atau tempat,” ujarnya.

Simon menambahkan, aset Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, eks gedung Matahari Johar, sedang diperjuangkan bersama dengan dinas pasar. Direncanakan pada tahun 2023 dapat dipakai pedagang pasar Johar yang belum mendapatkan tempat. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *