Seminar Sains dan Teknik UPGRIS, Songsong Kemandirian Bangsa dengan Energi Terbarukan
SEMARANG (Awal.id) – Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (FTI UPGRIS) menggelar Seminar Nasional Sains dan Teknik, di kampus setempat, Senin (20/12). Seminar sains mengusung tema “Energi Terbarukan dalam Menyonsong Kemandirian Bangsa”.
Dalam gelaran sains ke-6 tersebut, turut menghadirkan secara daring Dekan FTI UPGRIS Slamet Supriyadi, perwakilan dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Eng Suroso, serta Hendriyawan dari Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).
“Banyak manfaat yang bisa diperoleh dalam kegiatan seminar Sens, sebagai ajang forum para dosen mahasiswa yang berminat bisa mempublikasikan karyanya, dengan tema menyesuaikan sesuai dengan program studi FTI,” ujar Slamet Supriyadi.
“Bicara energi adalah bicara tentang kita saat ini dan masa depan dan memiliki peran sentral dalam peradaban manusia, Indonesia bisa mengembangkan energi terbarukan, sebab, Indonesia kaya akan sumber energi,” imbuh Slamet.
Sedangkan Suroso mengatakan, potensi energi terbarukan di Indonesia di antaranya tenaga air 94.3 GW panas bumi 28.5 GW bioenergi PLT Bio: 32.6 GW dan Bahan Bakar Nabati (BBN):200 Ribu Bph surya 207.8 GWp angin 60.6 GW energi laut 17.9 GW, penyebab masih rendahnya pemanfaatan EBT diantaranya penguasaan teknologi, teknologi EBT masih mahal, harga EBT tidak kompetitif, kebijakan pemerintah, serta perijinan.
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2021 tentang pembangkit listrik tenaga surya atap yang terhubung pada jaringan, menyebutkan, tenaga listrik pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum. Pasal 3(1): sistem PLTS atap meliputi modul surya, inverter, sambungan listrik, sistem pengaman, dan Meter kWh ekspor-impor.
Teknologi inverter daya menjadi salah satu teknologi pendukung utama dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis sumber energi terbarukan, riset dan pengembangan perlu terus dilakukan untuk mewujudkan penggunaan energi terbarukan yang semakin ekonomis dan berkelanjutan. (is)



















