Sosok Pahlawan Wanita Pemasok Senjata Para Pejuang Kemerdekaan, Keberanian Mbah Meni Bikin Kagum Wakil Wali Kota Semarang

SEMARANG (Awal.id) – Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku kagum terhadap keberanian Mbah Meni saat ikut berjuang untuk merebut kemerdekaan Indonesia. 

Pada saat remaja Mbah Meni bergabung dengan barisan Tentara Pelajar. Kendati menjadi Tentara Pelajar, namun Mbah Meni mengemban tugas berat, yakni menyelundupkan senjata dan peluru untuk diberikan kepada Tentara Nasional Indonesia dan pejuang kemerdekaan lainnya.

Kekaguman Ita, panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu disampaikan saat menghadiri acara Gowes Berkebaya di Grand Maerakaca, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan HUT ke-5 Komunitas Diajeng Semarang (KDS), Minggu (14/11).

Baca Juga:  Sido Muncul Resmikan Pusat Penelitian, Ganjar Berharap Jadi Titik Balik Rempah Indonesia Kuasai Dunia

Atas keberaniannya tersebut Ita bersama Komunitas Diajeng Semarang memberikan penghargaan sebagai sosok pejuang wanita yang kini berusia 93 tahun itu.

“Karena ini Hari Pahlawan, kami berikan penghargaan pada pahlawan wanita Mbah Meni,” kata Ita.

Di usia menginjak 93 tahun, Mbah Meni tampak sehat, meski kursi roda jadi kawan sehari-harinya. “Mbah meni yang ikut berjuang di Kota Semarang dan sekarang usia beliau 93 tahun. Ini menjadi teladan bagi kita semuanya,” paparnya.

Baca Juga:  Kalapas Kendal Kemas Vaksinasi Anak dengan Wisata Edukasi

Sementara itu, Candra Adi Nugroho, pemerhati sejarah sekaligus peserta gowes, membenarkan jika Mbah Meni merupakan pejuang wanita saat perang kemerdekaan. Mbah Meni adalah legiun veteran wanita pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam barisan Tentara Pelajar.

“Dia menjadi penyelundup senjata dan amunisi bagi pejuang di Semarang dan sekitarnya,” ujarnya.

Rentang waktu perjuangan Mbah Meni, kata Candra, yakni saat pengalihan kekuasaan dari Jepang ke Belanda sekitar tahun 1946-1951. “Saat itu beliau keluar masuk hutan sambil bawa tenggok isinya senjata dan peluru untuk para pejuang,” jelasnya.

Baca Juga:  Korupsi Impor Garam Industri, Kejagung Periksa Pimpinan KSO Sucofindo Surveyor Indonesia

Sebelumnya, Gowes Berkebaya melakukan road show dari Polder Tawang dengan penanaman pohon. Kemudian dilanjut ramai-ramai berbelanja di Pasar Johar dengan para Komunitas Diajeng Semarang. Setelahnya, para rombongan berwisata menuju Grand Maerakaca, dan sekaligus memberikan penghargaan pahlawan wanita, yakni  Mbah Meni. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *