Setia WS Jalin Kerja Sama Institut KH Abdul Chalim di Bidang Pengembangan Kampus

MOJOKERTA (Awal.id) – Di sela-sela Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Pulau Bali, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan Semarang (Setia WS) melaksanakan studi banding ke Pondok Pesantren Darul Amanah, Pacet, Mojokerto, Kamis (20/10).

Rektor Setia WS Drs Muhlisin  SE MAg MM pada sambutannya mengatakan pentingnya meneladi sesuatu yang baik. Apalagi pimpinan Ponpes dianggap bapak dalam arti kemajuan ilmunya.

Pada kunjungan tersebut, Rektor Setia WS  Muhlisin menandatangani nota sepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Ponpes Darul Amanah tentang program pengembangan kegiatan kampus yang dinaunginya, yakni Institut KH Abdul Chalim.

Baca Juga:  HIPMI Kendal Jelajah Wisata, Promosikan Curug Sewu 

Sementara itu Rektor Institut KH Abdul Chalim, Habibirohman Lc MA pada kesempatan itu menjelaskan proses berdirinya Pondok Pesantren Darul Amanah yang sempat diwarnai konflik. Masalahnya, lokasi pondok berdiri di atas tanah wakaf yang tidak diketahui sebelumnya.

“Setelah Kyai Asep Syaifudin merintis pondok, ternyata pihak pemberi wakaf ingin kembali mengelola pondok yang saat itu mulai ramai dengan santri-santrinya,” kata Habibirohman.

Akibat konflik yang berkepanjangan ini, kata dia, KH Asep Syaifudin terpaksa menyewa rumah warga untuk dijadikan asrama santri dan bekas kandang sapi untuk madrasah.

Baca Juga:  Perpaduan Musik Batak dan Melayu Bakal Guncang Penutupan PON XXI Aceh-Sumut 2024

“Alhamdulillah tempat ini terus berproses, hingga menjadi sekolah bertaraf internasional seperti saat ini,” katanya.

Habibirohman mengaku bangga mahasiswa lulusan Institut KH Abdul Chalim sekarang ini bisa diterima di luar negeri, khususnya di negara-negara Timur Tengah.

Apa rahasianya? Habibirohman pun tak segan untuk membeberkan rahasia kesuksesan dalam mencetak lulusan yang berkualitas.

“Rahasianya, pertama santri yang lulus belum akan dibantu mendaftar sekolah luar negeri sampai dia diterima. Kedua, melaksanakan salat malam 12 rokaat berjamaah,” tandas Rektor Institut KH Abdul Chalim tersebut. (Muhammad Yulianto)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *