Kenalkan Wisata Tugu Semarang, Kusnandir Buat Paket Tour Satu Hari di Objek Wisata Andalan
SEMARANG (Awal.id) – Lembaga Pemberdayaan Masyarajat Kelurahan (LPMK) Tugurejo dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pihak dari Kecamatan Tugu Kota Semarang, Jawa Tengah, telah membuat paket wisata tour satu hari di objek wisata andalan yang ada di wilayah Tugu.
Kepala Kecamatan Tugu Kota Semarang, Kusnandir menilai bahwa potensi wisata yang ada di Kecamatan Tugu memang perlu diangkat. Paling tidak ada tiga tempat wisata di Kecamatan Tugu yang memiliki potensi bisa dipromosikan dan dijual. Seperti, Wisata Candi Tugu, Wisata Hutan Mangrove dan Pulau/Pantai Tirang.
“Kita sudah memiliki Pokdarwis, nantinya akan kita kembangkan potensi yang ada. Menambah ornamen atau spot yang instagramable, pemasarannya dikemas dengan pembuatan video, lalu akan kita viralkan,” kata Kusnandir, Jumat (19/11).
Perlu diketahui bahwa, wisata mangrove memiliki potensi yang cukup besar, Pokdarwis yang ada sebenarnya sudah memiliki paket wisata yang siap mengantarkan wisatawan untuk menikmati keindahan Pulau Tirang.
“Pokdarwis juga siap mengantar wisatawan ke hutan mangrove ataupun Pulau Tirang. Selain itu juga banyak rumpon atau tambak yang bisa digunakan sebagai wisata mancing,” tambahnya.
Selain itu, tak kalah dengan daerah pertanian yang berupa sawah pun, kata dia, bisa untuk spot selfie dan mendirikan pusat kuliner di pinggir sawah atau tambak yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di masa pandemi.
“Nanti kita akan gandeng pihak swasta, misalnya di Candi Tugu dengan memasang umbul-umbul agar terkesan meriah dan ramai,” pungkasnya.

Sementara, Ketua LPMK Tugurejo, Rofik menjelaskan tiga daya tarik di wilayahnya yang memiliki banyak potensi untuk bisa dijual ke wisatawan dengan konsep edukasi dan konservasi, serta oleh-oleh berupa pusat UMKM.
“Kita terus kembangkan dan memastikan pengelolaannya, misalnya gerbang elok ini ada UMKM, musik tradisional dan wilayah tangkapan air yang jadi ekonomi kreatif misalnya pemancingan,” paparnya.
Rofik menjelaskan, semua paket tersebut dijual dengan paket wisata one day tour. Misalnya di Candi Tugu, wisatawan diajak untuk belajar arkeologi ataupun sejarah, sementara untuk wisata mangrove yang akan dijual adalah pendidikan untuk penyelamatan kawasan pesisir.
“Misalnya pembibitan mangrove, penanamannya dan sampai tangkap okan. Konsepnya sih lebih ke edukasi, sebelumnya sudah kita rintis. Alhamdulillah ini dapat dukungan penuh dari Pak Camat,” tutup Rofik. (is)




















