Akselerasi Bidang Pariwisata Menuju Wisata Aman di Era Digital

SEMARANG, (Awal.id) –  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, kembali adakan Webinar Generasi Positive Thinking (Genposting), dengan tema “Wisata Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Gerakan Wisata Sehat Kota Semarang”, Selasa (2/11).

Acara yang diselenggarakan secara hybrid di Semarang Creative Hub, serta live melalui Zoom dan kanal Youtube Ditjen IKP Kominfo. Turut hadir memberikan sambutan, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemkominfo, Septriana Tangkary, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, dan Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Jateng (APJII), Priyo Suyono.

Situasi pandemi Covid-19 berdampak besar pada sektor pariwisata, hal tersebut mendorong terbentuknya Gerakan Wisata Sehat untuk mengembangkan wisata dengan memperhatikan protokol kesehatan (Prokes).

Baca Juga:  Desa Wisata Sangiran Sragen, Mendunia Berkat Museum Manusia Purba

“Dampak lain dari pandemi adalah akselerasi di bidang pariwisata semakin cepat tercapai, dengan adanya peningkatan jumlah pengguna internet, masyarakat dapat berpromosi mengenai destinasi wisata melalui media sosial,” ungkap Priyo Suyono.

Sedangkan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu menyampaikan, wisata aman dan nyaman, harus berkelanjutan dan dikembangkan, sehingga Semarang dapat sehat aman dan menjadi tujuan utama pariwisata.

Sementara Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemkominfo, Septriana dalam sambutannya mengingatkan, rancangan sasaran dan target pembangunan pariwisata 2020 – 2024 adalah meningkatnya citra, daya saing dan kontribusi pariwisata dalam mendukung perbaikan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Diskusi

Dalam acara tersebut menghadirkan sebagai narasumber, di antaranya Koordinator Informasi dan Komunikasi Maritim, Kemkominfo, Yudi Syahrial, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, Ketua BPPD Jawa Tengah, Sugeng Sugiantoro, dan Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah, Joko Suratno.

Baca Juga:  Jelang Bulan Ramadan, Dugderan Kembali Digelar Tanpa Arak-Arakan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari memulai diskusi dengan menyampaikan, Kota Semarang kini berada pada PPKM level satu dan percaya diri untuk menerima kunjungan wisatawan.

“Semua pelaku wisata dan tempat wisata sudah menerapkan protokol CHSE dan juga terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi,” ungkap Indriyasari.

Ketua ASITA Jawa Tengah, Joko Suratno. turut menyampaikan paradigma masyarakat telah berubah, faktor kesehatan menjadi nomor satu ketika harus bepergian, prokes harus dipenuhi oleh pihak penyedia jasa dan juga peserta wisata itu sendiri.

Baca Juga:  NU Peringati Harlah ke-95, Ganjar: Punya Peran Penting Jaga NKRI

“Kultur dan tren harus diinovasikan untuk menjadi hal yang bagus, kunci untuk suksesnya adalah sinergi dengan masyarakat yang ada di Kota Semarang,” ujar Arnaz Agung, Ketua Kadin Kota Semarang, melanjutkan diskusi.

Pemerintah tidak tinggal diam, dan selalu melakukan inovasi, terobosan untuk memperbaiki dan memajukan pariwisata.

“Upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk pemulihan pariwisata selain pembangunan infrastruktur juga edukasi kepada pengguna internet untuk dapat bijak bersosmed karena hal itu bisa berdampak negatif, jika kita termakan isu-isu yang tidak benar maupun hoax,” ujar Yudi Koordinator Informasi dan Komunikasi Maritim, Kemkominfo. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *