Hasilkan Padi Kualitas Premium, Benih Srinuk segera Diedarkan
SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendorong benih beras varietas Rojolele Srinuk segera diedarkan untuk meningkatkan produksi padi daerah.
Beras Rojolele Srinuk merupakan produk pangan unggulan Jateng asal Klaten yang dikenal memiliki kualitas premium.
“Jadi benih Srinuk yang bagus itu segera diedarkan. Kalau itu masuk dalam kategori yang unggul dan menarik, kenapa tidak untuk kita pakai,” kata Ganjar usai Rapat Koordinasi Evaluasi Produk Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (14/2).
Varietas Rojolele Srinuk telah dikembangkan Pemkab Klaten bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Benih beras Rojolele Srinuk memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya, masa panen yang cenderung singkat dan tahan penyakit. Selain itu, juga memiliki keunggulan rasa dan tekstur yang pulen.
Ganjar mengatakan, Indonesia harus punya benih unggul untuk membantu meningkatkan produktivitas padi daerah. Ganjar mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama-sama menciptakan benih padi yang bagus.
“Kami coba dorong, umpama ada banyak lembaga riset yang ada di Kementerian Pertanian, cukup banyak, ada BRIN yuk kita bikin benih unggul. Indonesia untuk tanaman pangan harus punya benih unggul sendiri,” kata Ganjar.
Berdasarkan data Distanbun Jateng, produktivitas pertanian untuk tanaman padi berada di kisaran 5,6 juta ton per hektare. Menurut Ganjar, produktivitas ini mesti ditingkatkan agar capaian Jateng sebagai provinsi dengan lumbung beras nasional tetap terjaga.
“Kalau kita bicara produktivitas, ya tantangan kami masih berat. Ditambah sekarang perubahan iklim memang membikin situasi pertanian kita berubah, apakah itu penyakit, apakah kemudian kualitas, dan sebagainya,” kata Ganjar.
Rojolele Srinuk telah mendapatkan SK pelepasan dari Kementerian Pertanian (Kementan) dengan nomor 481/HK.540/C/10/2019. Selain itu, merk ini juga telah mendapat Hak Pelindungan Varietas Tanaman (PVT) dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPT) Kementan nomor 00551/PPVT/S/2022.
Sebagai informasi, Jateng juga memiliki program Peningkatan Indeks Pertanaman. Dengan program itu, luas panen di Jateng juga naik 1,79 persen dibanding pada 2020. Mulanya hanya sekitar 1,67 juta hektare menjadi 1,70 juta hektare pada 2021 dan terus meningkat pada 2022.



















