Pembangunan Rutan Semarang Ditarget 17 Desember 2021 Rampung

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah A Yuspahruddin melakukan ground breaking pemasangan tiang pancang pembangunan Rutan Semarang.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah A Yuspahruddin melakukan ground breaking pemasangan tiang pancang pembangunan Rutan Semarang.

SEMARANG (Awal.id) – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil)  Jawa Tengah, A Yuspahruddin menargetkan pembangunan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Semarang harus disudah rampung pada pertengah bulan Desember tahun ini.

“Saya targetkan pada 17 Desember 2021 pembangunan Rutan Semarang sudah selesai. Waktu pengerjaannya memang relatif singkat, tapi  pengerjaan kontrusi bangunan saya harapkan bisa sesuai dengan rencana,” kata Yuspahruddin saat melakukan ground breaking pemasangan tiang pancang pembangunan Rutan Semarang, Selasa (24/8).

Acara ground breaking di lokasi pembangunan itu digelar sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Saat ini penghuni Lapas Semarang sudah mencapai 1700 orang, dengan kapasitas 600 orang. Oleh karena itu kita harus membangun, menambah kapasitas, sehingga orang tidak berdesakan sehingga tidak melanggar HAM,” paparnya.

Baca Juga:  Ganjar: Pembangunan Daerah Tak Melulu Pembangunan Fisik

 Yuspahruddin berharap proyek pembangunan ini dapat menjadi solusi over kapasitas yang kini dialami Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang.

“Mudah-mudahan di tempat yang sedang kita bangun ini menambah kapasitas bukan mengurangi kapasitas. Supaya Lapas kelas I Semarang tidak lagi berisi 1.700 orang, karena sudah sesak. Jadi nanti bisa sebagian dipindahkan ke sini,” paparnya.

Dia berharap pembangunan sarana ini dapat selesai tepat waktu, dan tepat mutu. Waktunya tepat, mutunya juga tepat. Tidak hanya sekadar waktunya saja, namun juga mutunya terjaga.

Baca Juga:  27 Pintu Keluar Tol Jawa Tengah Akan Ditutup

“Pembangunan proyek pembangunan Rutan Semarang ini harus baik. Artinya, pekerjaan harus  sesuai dengan standar, sesuai perencanaan, bisa dipertanggungjawabkan dengan baik, akuntabel, dan tidak ada persoalan di kemudian hari.

Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, lanjut dia, sudah selayaknya memiliki ada satu lapas dan satu rutan memadai.

“Di kota-kota besar di luar Jawa sudah memiliki rutan dan lapas. Hanya di Semarang ini yang tidak punya rutan, hanya ada Lapas. Jadi ini memang sangat urgent,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pura-pura Jadi Pemulung, 3 Pencuri Besi Diamankan Polsek Cepiring

Yuspahruddin menambahkan jika proyek pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp 25 miliar ini selesai, gedung baru ini dapat menampung 550 napi.

Sebelumnya, Plt Kepala Divisi Pemasyarakatan, Supriyanto yang juga menjabat sebagai Kepala Lapas Semarang sekaligus KPA proyek tersebut menyebutkan pembangunan Rutan Semarang Tahap I mencakup pembangunan blok hunian 3 lantai, dengan luas total 4560 m2 dan memanfaatkan lahan kantor bekas Rupbasan Semarang seluas kurang lebih 2 Ha.

Hadir pada acara tersebut, Kapolsek Semarang Timur, Danramil Semarang Timur, Lurah Bugangan, Perwakilan PUPR Kota Semarang dan seluruh Kepala UPT se Kota Semarang. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *