Kapolda Jateng Tegaskan Penegakan Hukum Harus Dilaksanakan Secara Tegas dan Tepat

SEMARANG (Awal.id) – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan penegakan hukum di wilayah Jawa Tengah harus dilaksanakan secara tegas dan tepat. 

Menurut dia, penegakan hukum yang tegas akan memberikan dampak bagi penjahat untuk tidak berbuat macam-macam di Jawa Tengah.

“Apabila kinerja Polri, khususnya fungsi reserse, cepat dan segera ungkap semua pelanggaran hukum, maka calon pelaku kejahatan akan berpikir seribu kali untuk melakukan aksinya,” tandasnya saat memberikan arahan pada apel pagi di halaman Mapolda setempat, Senin (1/8)

Baca Juga:  Petani di Kendal Terima Bantuan Modal dari PIP

Menurutnya fungsi reserse harus dapat menjadi ‘gendruwo’ (hantu) bagi para penjahat. Hal ini dapat terjadi bila penegakan hukum dilakukan secara cepat dan tegas.

“Kejar dan tangkap pelaku kejahatan sampai di mana saja. Ada bukti permulaan yang cukup, segera tahan dan periksa. Namun jangan hanya tangkap, yang terpenting adalah ungkap kasus kejahatan,” bebernya.

Pihaknya juga menggarisbawahi bahwa penegakan hukum tidak boleh dengan cara melanggar hukum. Penegakan hukum bersifat procedural, namun harus diterapkan secara tegas.

Baca Juga:  Selama Sebulan, Satresnarkoba Polrestabes Semarang Sita 823 Gram Ganja dan 38,53 Gram Sabu

“Meski langit runtuh, hukum harus tetap ditegakkan. Maka dari itu, penegakan hukum harus tegas tapi tidak dengan cara melanggar hukum,” tutur Luthfi.

Pada kesempatan itu, Kapolda memberikan apresiasi pada jajaran atas terungkapnya sejumlah kasus yang menjadi atensi publik.

“Cepatnya pengungkapan kasus ini, patut kita diapresiasi, karena sedikit banyak dapat menjawab keresahan publik terhadap penanganan kasus-kasus besar yang terjadi di wilayahnya,” kapolda.

Baca Juga:  Soal Saksi Pembunuhan Iwan Boedi, Kapolrestabes Semarang: Keterangan AG Portal Berubah-ubah

Mengenai penerapan ETLE sebagai sarana penegakan hukum lewat pemanfaatan teknologi oleh jajaran lalu lintas, Kapolda juga memberikan apresiasi, karena telah terlaksana secara baik di Jateng.

“Penerapan ETLE ini amat bermanfaat, karena tidak hanya mengurangi kontak langsung petugas dengan pelanggar lalu lintas, namun didukung oleh bukti-bukti pelanggaran yang terekam lewat sarana teknologi. Atas penerapan ETLE yang sudah berjalan baik di Jateng ini, saya memberikan apresiasi,” tambahnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *