Wali Kota Semarang Sidak Pabrik Pelanggar PPKM Darurat

SEMARANG (Awal.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyidak beberapa pabrik yang masih melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Kawasan Industri Genuk Kota Semarang.

Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang dalam sidaknya mendapati ada beberapa perusahaan yang bukan termasuk nonesensial masih beropasional. Atas hal tersebut Hendi bekoordinasi dengan jajaran Polrestabes Semarang untuk melakukan tindakan tegas mengenai perusahaan yang melanggar tersebut.

“Ya nanti biar disegel dan ditutup saja, ini adalah sebagai tindakan tegas bagi perusahaan yang masih menyepelekan aturan tersebut,” tegas Hendi.

Meski juga didapati perusahaan yang sudah melakukan penerapan aturan PPKM Darurat, pihaknya meminta para perusahaan yang menerapkan kerja dari rumah selama PPKM Darurat agar menggaji para karyawan sesuai dengan haknya.

“Saat diliburkan dan tetap melakukan work from home (WFH), perusahaan itu harus tetap menggaji karyawannya,” papar Hendi saat bertemu ke beberapa pemilik perusahaan.

Upaya Hendi untuk terjun langsung kebeberapa titik dalam pemantauan kegiatan PPKM Darurat ini adalah untuk mencapai target penurunan mobilitas warga Semarang sebesar 30%. Karena, diketahui Kota Semarang menjadi daerah dengan penurunan mobilitas tertinggi di Jawa Tengah hingga 19,2%, dan angka positif Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.

Oleh sebab itu, dengan cara pendekatan secara humanisme Hendi bersama dengan Forkompinda dan jajarannya terus melakukan upaya untuk terjun langsung di titik-titik keramaian untuk mengurangi mobilitas warga. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *