Wakil Wali Kota Semarang Budidayakan Tanam Padi di Pot

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memanen padi yang dibudidayakan di pot.
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memanen padi yang dibudidayakan di pot.

SEMARANG (Awal.id)   Wakil Waki Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memberikan contoh pada masyarakat Kota Semarang pemanfaatan lahan perkotaan dengan menanam berbagai macam tanaman holtikultura dan sayur mayur sehat. Selain itu, bahkan ia juga menanam padi di dalam pot maupun polibag.

Ita sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang,  bahkan memanen secara langsung tanaman padi yang telah ditanam selama 106 hari dan telah menguning.

“Gagasan ini muncul setelah melihat banyaknya lahan perumahan maupun lahan kecil di sekitar rumah tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga melihat hal tersebut saya mulai menanam berbagai macam tanaman sayur mayur sehat, bahkan menanam padi dalam pot maupun polibag dengan memanfaatkan lahan sekitar,” kata Ita usai memanen padi di kompleks perumahannya, Bukit Duta Nomor 12, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (27/5) sore.

Ita mengatakan, selain di Balaikota penanaman padi dalam pot ini bisa diimplementasikan oleh masyarakat dan petani kota dengan memanfaatkan lahan sekitar.

“Selama ini menanam padi itu harus di sawah, becek dan banyak membutuhkan lahan, karena harus ada pembibitan dan sebagainya. Tapi kami buktikan, bahwa menanam padi itu mudah cukup di dalam pot. Kami juga sedang mencoba menanam di dalam Polibag,” ujar Ita.

Ita mengimbuhkan padi yang dibudidayakan dalam pot berjenis Inpago atau singkatan dari Inpari Padi Gogo, merupakan salah satu padi berkualitas di Indonesia yang bisa dibudidayakan dengan baik di lahan luas maupun dengan media dalam pot.

“Dengan masa penanaman 106 hari dan rumpunnya dibuat 172 rumpun dengan jumlah setiap rumpun 14-20 anakan. Medianya pun hanya tanah, pupuk kandang dan sekam. Sama seperti tanaman sayuran tapi airnya sedikit lebih banyak saja,” papar Ita.

Perawatan menanam padi di pot ini terbilang cukup mudah, masyarakat hanya perlu menjaga kadar air dan memberi jaring agar tidak ada hama tanaman yang menyerang.

“Perawatan tanaman ini tidak susah kok, apalagi pengeluaran yang dilakukan juga tidak terlalu banyak. Ini bisa jadi inovasi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dengan memanfaatkan lahan sekitar dengan menanam sayur mayur, buah, bahkan menanam padi dalam pot,” tandasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *