Dugaan Kebocoran Data BPJS, Dedy Permadi: 3 Tautan Terindikasi Langgar Undang-undang

JAKARTA (Awal.id) – Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan tiga tautan terindikasi digunakan untuk mengunduh data pribadi pelanggan BPJS Kesehatan.

“3 tautan yang terindetifikasi melanggar perundang-undangan itu, yakni bayfiles.com, dan mega.nzSampai saat ini tautan di bayfiles.com, dan mega.nz telah dilakukan takedown, anonfiles.com sedang diupayakan untuk pemutusan akses”.keterangannya, di Jakarta, Jumat (21/5).

Sebelumnya, terdapat 279 juta data pelanggan BPJS Kesehatan diduga bocor dan dijual. Data tersebut mencakup nomor induk kependudukan, kartu tanda penduduk (KTP), nomor telepon, email, nama, alamat, hingga gaji.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti untuk dimintai keterangan. “Dari kabar yang diperoleh sudah perintahkan Dit Tipidsiber untuk melakukan lidik untuk masalah tersebut,” kata Kabareskrim Polri.

Sementara Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan BPJS Kesehatan konsisten memastikan keamanan data peserta BPJS Kesehatan dilindungi sebaik-baiknya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *