’Menapak Jalan Keikhalasan’, Buku Biografi Kepala Markas PMI Jateng Diluncurkan

Kepala Markas PMI Jateng Mu'rifah SE bersama penulis buku biografi "menapak jalan keikhlasan" Wiwien Wintarto.
Kepala Markas PMI Jateng Mu'rifah SE bersama penulis buku biografi "menapak jalan keikhlasan" Wiwien Wintarto.

SEMARANG (Awal.id) – Buku ”Menapak Jalan Keikhlasan” yang berisi biografi Mu’rifah SE diluncurkan di Semarang, Sabtu (23/5).

Buku yang berisi pengakuan dan apreasiasi seorang pegiat kemanusiaan yang telah mencurahkan perhatian dan mengabdikan Mu’rifah selama berkarier di Palang Merah Indonesia (PMI) Jateng yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Ifah sapaan akrab Mu’rifah adalah Kepala Markas PMI Jateng yang selama ini sudah banyak dikenal, karena kiprahnya dalam memimpin operasional kegiatan kemarkasan di PMI Jateng.

Baca Juga:  Ganjar Yakin Dapat Dukungan GusDurian

Mu’rifah dikenal wanita yang gesit dan sangat aktif sejak usianya masih muda. Di balik kelembutannya, dia adalah pemberani dan bahkan tidak takut ketika yang dihadapi adalah lawan jenisnya. Dia sangat tegas memegang prinsip dan selalu berbicara tegas apa adanya.

Keikhlasan adalah fundamental, apalagi ketika kita bergerak dalam kegiatan kemanusiaan. Buku setebal 220 halaman itu ditulis oleh Wiwien Winatarto dengan gaya bercerita yang mengalir bagai sebuah cerpen.

Baca Juga:  Ferry Wawan Cahyono: Bersama Masyarakat, Kita Redam Konflik Sosial!

Tak pernah menonjolkan diri, Mu’rifah dengan semua keberhasilan yang diraihnya dan semua itu tercermin dari isi bukunya yang seperti bercerita dengan penuh kepolosan dan kejujuran.

Haryanto Halim, seorang pengusaha yang ikut mendorong terbitnya buku itu mengaku bangga karena biasanya biografi ditulis untuk tokoh-tokoh besar nasional. Padahal dari seorang pegiat kemanusiaan pun akan banyak yang bisa dipelajari tentang makna kehidupan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pun memberikan testimoni dan mencatat Mu’rifah adalah seorang relawan PMI yang ikhlas mewakafkan hidupnya untuk orang lain. Inilah yang patut diteladani.

Baca Juga:  Merapi Erupsi Lagi, Tim Tanggap Bencana Lakukan Evakuasi

Ifah juga mengaku terharu dengan peluncuran buku tentang dirinya yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama itu.

“Terharu sekali saya atas buku yang ditulis oleh Wiwien Wintarto ini, Padahal saya bukan siapa siapa,” ujar Ifah.

Karena itulah, dia berharap sisi human interest-nya bisa lebih mengena dan menarik untuk dibaca. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *