Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Seni Ukir ke Siswa PAUD Sendangmulyo

Suasana Kampanye Budaya bertema ''Seni Ukir di PAUD Wijaya Kusuma, Sendangmulyo, Semarang'', yang digelar mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari Kelompok Nawasena Universitas Semarang, baru-baru ini

SEMARANG (Awall.id) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari Kelompok Nawasena Universitas Semarang menggelar Kampanye Budaya bertema ”Seni Ukir di PAUD Wijaya Kusuma, Sendangmulyo, Semarang”, baru-baru ini.

Kelompok Nawasena terdiri atas Ketua Aditya Pratama, anggota Rara Aditya, Anggita Claudyasari, ⁠Felisa Eka Nazarina, Nicola Rexy Arja Tritama, ⁠Intan Pavita dan ⁠Zephanya Chrismarry.

Menurut Aditya, kegiatan yang dikemas dalam bentuk lomba mewarnai motif ukir itu diikuti anak-anak PAUD dengan antusias dan penuh keceriaan.

Baca Juga:  USM Engineering Fair Bersama FT USM 2025, Hadirkan Lomba Desain Grafis dan Inspire Talk

Tujuan kegiatan untuk mengenalkan budaya seni ukir sejak usia dini melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.

”Anak-anak diajak untuk mengenal ragam motif ukiran tradisional Indonesia sekaligus menyalurkannya melalui kreativitas mewarnai,” katanya.

Dari hasil lomba, katanya, pihaknya memberikan apresiasi kepada para juara dengan memberikan piala sebagai bentuk penghargaan atas hasil karya mereka.

”Kami berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta budaya lokal pada anak-anak sejak dini serta menjadi sarana pembelajaran kreatif yang menyenangkan di lingkungan pendidikan usia dini,” ujarnya.

Baca Juga:  BUMDes Wadas Studi Banding untuk Persiapan Pasca-penambangan

Dia menambahkan, pihaknya ingin anak-anak tidak hanya melihat gambar ukiran sebagai hiasan atau koleksi museum, tapi juga sebagai ekspresi diri dan kebanggaan daerah yang patut dijaga.

Selain memperkenalkan keterampilan menggambar ukiran, program tersebut juga dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan kreativitas yang menjadi jiwa dari setiap karya seni ukir.

”Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan cara mewarnai gambar ukiran, sehingga menjadi karya seni yang bernilai tinggi,” ungkapnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *