2024, Pemkot Semarang Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0%

SEMARANG (Awal.id) – Pemantapan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat akan menjadi sasaran utama Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2024. Prioritas pada kedua sektor ini tertuang pada kick-off meeting (rapat awal) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024, di Ruang Lokakrida Gedung Moch Ichsan Lantai 8 Balai Kota Semarang, Kamis (19/1/2023).

“Fokus utama kita adalah pengendalian inflasi, dengan cara salah satunya adalah memantau harga di lapangan dan bijak khususnya mengatur tarif PDAM dan angkutan umum,” papar Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu seusai rapat penyusunan RKPD Tahun 2024.

Baca Juga:  Kejagung Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi Importasi Gula PT Sumber Mutiara Indah Perdana 2020-2023

Menurut Ita, panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu, RKPD merupakan momentum penting untuk menyusun regulasi lima tahunan. “RKPD ini penting, karena akan menjadi kebijakan dan kewajiban untuk pembangunan Kota Semarang ke depan,” paparnya.

Selain itu, Ita menyoroti target kemiskinan ekstrem yang harus mencapai angka 0% pada tahun 2024. Ada tujuh kelurahan yang menjadi perhatian Pemkot Semarang untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Ita memaparkan RKPD Kota Semarang tahun 2024 ini merupakan penjabaran tahun ketiga dari RPJMD tahun 2021-2026. Dari hasil rapat tersebut, dia berharap Pemkot Semarang bisa memperoleh gambaran dan strategi arah kebijakan pembangunan wilayah sesuai arah kebijakan pembangunan nasional dan arahan Presiden RI Joko Widodo.

Baca Juga:  29 Desa di Jateng Jadi Percontohan Desa Anti Korupsi

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengemukakan isu-isu aktual pelaksanaan pembangunan di Kota Semarang juga akan menjadi pijakan dalam rangkaian penyusunan perencanaan tahun 2024 pada kegiatan Kick Off Meeting RKPD Kota Semarang Tahun 2024 ini.

“Isu-isu strategisKkota Semarang antara lain permasalahan banjir, kemiskinan ekstrem yang harus sudah mencapai 0% di tahun 2024, kasus stunting yang masih cukup besar, serta tantangan kondisi makro ekonomi yang masih memerlukan kerja keras,” ujarnya.

Baca Juga:  Ganjar Tegaskan Vaksinasi Grhadika untuk 50 Tahun ke Atas

Iswar menilai kondisi ekonomi Kota Semarang saat ini relatif baik. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% serta inflasi yang terkendali di angka 4,99% per Desember 2022 lalu. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *